Padang Panjang Perpanjang Status Darurat, 33 Warga Masih Hilang

Padang Panjang Perpanjang Status Darurat, 33 Warga Masih Hilang

Doa bersama untuk para korban bencana banjir bandang di Jembatan Kembar Padang Panjang, salah satu wilayah paling parah terdampak bencana di Sumbar, Jumat (5/12/2025). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Sumbardaily.com, Padang Panjang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 13 Desember 2025. Langkah ini diputuskan sebagai respons atas potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu bencana hidrometeorologi serta kebutuhan percepatan penanganan di lapangan, termasuk pencarian puluhan warga yang masih hilang.

Pengumuman perpanjangan status tersebut disampaikan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, melalui saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Posko Utama Tanggap Darurat yang berpusat di Markas Koramil 01/PP, Rabu (10/12/2025).

Hendri menegaskan bahwa kondisi meteorologis yang belum stabil menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penetapan perpanjangan masa darurat.

Cuaca diperkirakan masih berpotensi hujan, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan lebih tinggi dari seluruh personel. Selain itu, proses pencarian terhadap 33 orang yang masih hilang terus dikerahkan dan menjadi salah satu fokus utama selama masa perpanjangan ini.

Menurutnya, masa tiga hari tersebut akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan pendataan lanjutan terkait kerusakan, sekaligus merumuskan strategi pemulihan yang lebih terarah.

“Seluruh langkah mitigasi harus dipercepat agar penanganan pascabencana dapat berjalan optimal,” ujarnya, dikutip Kamis (11/12/2025).

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, kondisi cuaca pada 11 Desember diperkirakan berawan hingga hujan ringan sejak pagi hingga malam hari. Sementara pada rentang 12–15 Desember, potensi hujan ringan diprediksi terjadi pada siang hingga sore hari.

Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, melaporkan perkembangan penanganan warga terdampak. Seluruh pengungsi telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman, baik ke Rusunawa maupun sejumlah unit kontrakan di Silaing Bawah, Koto Panjang, dan Koto Katik. Sebagian lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

Data korban hingga saat ini menunjukkan 24 warga Padang Panjang meninggal dunia, sementara 15 korban lainnya berasal dari luar daerah. Sebanyak empat jenazah masih dalam proses identifikasi. Adapun laporan orang hilang tercatat 32 orang, terdiri dari 17 warga Padang Panjang dan 15 dari luar daerah.

Di sisi lain, kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang berlangsung sejak 27 November hingga 10 Desember cukup signifikan. Sebanyak 47 rumah mengalami rusak berat—dengan 25 unit di antaranya hanyut—disusul 16 rumah rusak sedang dan 196 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan yang meliputi delapan SD, dua SMP, dan empat TK.

Sektor pertanian turut terdampak dengan total 16,17 hektare lahan rusak milik 28 kelompok tani. Fasilitas umum dan sosial tidak luput dari kerusakan, antara lain jalan sepanjang 520 meter, DAM 38 meter, irigasi 470 meter, jembatan 42 meter, empat rumah ibadah, serta satu fasilitas kesehatan.

Sonny juga menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pihak terus berdatangan. Bantuan yang diterima melalui posko darurat sudah disalurkan kepada seluruh pengungsi di berbagai titik penampungan. Total bantuan uang tunai hingga 10 Desember tercatat mencapai Rp 294.704.000.

Dengan kondisi yang masih dinamis, Pemko Padang Panjang menegaskan bahwa seluruh unsur terkait tetap siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan perkembangan situasi. Perpanjangan Status Tanggap Darurat menjadi langkah krusial untuk memastikan seluruh tahapan penanganan bencana dapat berjalan efektif, cepat, dan terkoordinasi. (red)

Baca Juga

Cabai Merah Makin Mahal, Harga Pangan di Padang Panjang Ikut Naik
Cabai Merah Makin Mahal, Harga Pangan di Padang Panjang Ikut Naik
Bencana Bisa Putus Interaksi Wilayah di Sumbar, Riset UBH Temukan Titik Risikonya
Bencana Bisa Putus Interaksi Wilayah di Sumbar, Riset UBH Temukan Titik Risikonya
Enam Bencana Jadi Perhatian, Perubahan APBD 2026 Padang Panjang Tambah TKD Rp79 Miliar
Enam Bencana Jadi Perhatian, Perubahan APBD 2026 Padang Panjang Tambah TKD Rp79 Miliar
Jadi Kepala DLH Sumbar, Kuartini Deti Putri Masih Pegang Tugas Pj Sekdako Padang Panjang
Jadi Kepala DLH Sumbar, Kuartini Deti Putri Masih Pegang Tugas Pj Sekdako Padang Panjang
Bantuan Pangan 3 Bulan Disalurkan di Padang Panjang, 6.017 Keluarga Terima Beras
Bantuan Pangan 3 Bulan Disalurkan di Padang Panjang, 6.017 Keluarga Terima Beras
Tak Berhenti Belajar di Usia Senja, 80 Lansia Ikut Sekolah Lansia Padang Panjang
Tak Berhenti Belajar di Usia Senja, 80 Lansia Ikut Sekolah Lansia Padang Panjang