Padang Panjang Klaim Nol Kasus Cacingan, Ini Penjelasan Dinkes

Padang Panjang Klaim Nol Kasus Cacingan, Ini Penjelasan Dinkes

Ilustrasi Cacingan (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com, Padang Panjang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kasus kecacingan di wilayah tersebut. Klarifikasi ini disampaikan menyusul pemberitaan sejumlah media daring yang menyebut seorang anak penderita cacingan dirawat di Bukittinggi sebagai warga Padang Panjang.

Penelusuran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Panjang memastikan bahwa pasien anak bernama Muhammad Gibran Oktaviano (3) bukan warga yang berdomisili di kota itu. Meski secara administrasi keluarga pasien masih tercatat dengan alamat di Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat, hasil verifikasi menunjukkan keluarga tersebut telah lama tinggal di luar wilayah Padang Panjang.

Keterangan itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Panjang, Ade Devita, pada Rabu (22/10/2025). Ia menjelaskan, Dinkes melakukan penelusuran setelah muncul pemberitaan mengenai seorang anak yang mengalami infeksi cacing dan dirawat di RSI Yarsi Bukittinggi.

“Kami pastikan tidak ada kasus kecacingan yang terjadi di wilayah Padang Panjang. Berdasarkan hasil penelusuran, pasien tersebut berdomisili di Bukittinggi,” kata Ade Devita.

Kronologi Kasus dan Hasil Pemeriksaan

Ade menjelaskan, pasien Gibran dirawat di ruang isolasi anak RSI Yarsi Bukittinggi dengan kondisi perut membuncit, mata cekung, dan buang air besar cair. Setelah diberikan obat cacing, pasien mengeluarkan cacing hidup bersama tinja. Hasil laboratorium menunjukkan positif telur cacing Ascaris lumbricoides.

Namun, ketika dilakukan penelusuran oleh Bidan Kelurahan Balai-Balai, Fitria Harianda, di alamat yang tercantum pada Kartu Keluarga—yakni Jl. Adam BB No 21—ditemukan bahwa rumah tersebut telah lama dihuni oleh warga lain bernama Zulfa. Sementara nama yang tercantum di Kartu Keluarga, Suci Indah Sari, ibu dari pasien, tidak tinggal di alamat itu.

“Kami menghubungi ibu pasien, Bu Suci, pada 14 Oktober 2025. Ia menyampaikan bahwa keluarganya tidak menetap di alamat tersebut. Mereka menumpang data administrasi untuk keperluan KK dan KTP agar memperoleh JKMPP,” jelas Ade.

Fakta Domisili Pasien dan Langkah Koordinasi

Menurut hasil penelusuran, keluarga pasien sehari-hari tinggal bersama orang tua di Sikabu, Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar. Pada Januari hingga Februari 2025, mereka sempat menetap di Bukittinggi karena pekerjaan, kemudian kembali ke Sikabu, sebelum akhirnya sebulan terakhir menetap kembali di Bukittinggi dengan mengontrak di Asrama Tentara Lapang Kantin Bukittinggi.

Berdasarkan temuan itu, Dinkes Padang Panjang segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar untuk mengklarifikasi status wilayah kerja penanganan kasus tersebut.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Pj Program Kecacingan Kabupaten Tanah Datar, Nova Ellya Muslim, yang kemudian menghubungi kami untuk verifikasi data. Hasilnya, kasus ini bukan dalam wilayah kerja Padang Panjang, tetapi termasuk domisili Bukittinggi,” ujar Ade.

Dengan hasil verifikasi tersebut, Pemko Padang Panjang memastikan tidak terdapat kasus kecacingan aktif di wilayah kota. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban administrasi kependudukan agar pelayanan kesehatan dan program pemerintah dapat diberikan tepat sasaran.

Dinkes Intensifkan Pencegahan dan EdukasiMeski tidak ada kasus terkonfirmasi, Dinas Kesehatan tetap memperkuat upaya pencegahan penyakit cacingan melalui pemberian obat cacing secara berkala di sekolah, posyandu, dan fasilitas layanan kesehatan. Langkah ini juga disertai pengawasan terhadap kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

Ade Devita menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan diri, terutama pada anak-anak yang rentan tertular penyakit berbasis lingkungan tersebut.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan memastikan anak-anak rutin mendapatkan obat cacing sesuai anjuran tenaga kesehatan. Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi kesehatan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik. Menurutnya, informasi yang tidak akurat dapat memicu kekhawatiran berlebihan dan merugikan citra kota yang dikenal bersih dan sehat itu.

“Mari kita jaga nama baik Padang Panjang sebagai kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing. Setiap informasi harus diverifikasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat,” tutur Ade. (red)

Baca Juga

Setelah Dugaan Keracunan, BPOM Nyatakan Makanan Program MBG Padang Panjang Aman Dikonsumsi
Setelah Dugaan Keracunan, BPOM Nyatakan Makanan Program MBG Padang Panjang Aman Dikonsumsi
Dinkes Padang Panjang Catat 21 Pasien Terlayani di Posko Kesehatan Libur Lebaran
Dinkes Padang Panjang Catat 21 Pasien Terlayani di Posko Kesehatan Libur Lebaran
Masyarakat Padang Panjang Bisa Dapatkan Layanan Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun
Masyarakat Padang Panjang Bisa Dapatkan Layanan Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun
Padang Panjang Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Melalui Posyandu Terintegrasi
Padang Panjang Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Melalui Posyandu Terintegrasi
Penanggulangan Tuberkulosis, IAI dan Dinkes Padang Panjang Lakukan Upaya Ini
Penanggulangan Tuberkulosis, IAI dan Dinkes Padang Panjang Lakukan Upaya Ini
Capaian Pengukuran Balita Tertinggi, Padang Panjang Optimis Stunting Turun
Capaian Pengukuran Balita Tertinggi, Padang Panjang Optimis Stunting Turun