Nelayan Tradisional Air Bangis Apresiasi Komitmen Pemprov Sumbar Berantas Troll Mini

Nelayan Tradisional Air Bangis Apresiasi Komitmen Pemprov Sumbar Berantas Troll Mini

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy meninjau langsung perairan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat yang menjadi lokasi penangkapan ikan secara ilegal menggunakan troll mini atau pukat harimau oleh nelayan luar Sumbar beberapa waktu lalu. (Dok. Instagram/@udavasko)

Sumbardaily.com, Pasaman Barat - Masyarakat nelayan tradisional di Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), menyampaikan apresiasi mendalam terhadap respons cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam menangani permasalahan penangkapan ikan ilegal di perairan mereka.

Kehadiran langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, yang turun ke lapangan beberapa hari setelah menerima surat pengaduan, memberikan harapan baru bagi para nelayan yang selama ini terdampak oleh praktik penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap ilegal troll mini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar, terutama Pak Wagub Vasko Ruseimy dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang langsung merespons keluhan masyarakat Air Bangis tentang maraknya aktivitas nelayan yang menggunakan alat tangkap ilegal troll mini di perairan kami," ungkap Khairul Anami, Perwakilan Masyarakat Nelayan Tradisional Air Bangis, saat ditemui di pesisir Nagari Air Bangis.

Menurut Khairul, kehadiran Wakil Gubernur yang tidak hanya berdialog dengan para nelayan namun juga melakukan inspeksi langsung ke wilayah perbatasan Sumbar dan Sumatera Utara (Sumut) memberikan semangat baru bagi masyarakat setempat.

"Ini memberikan motivasi bagi kami bahwa Pemprov Sumbar benar-benar hadir bersama masyarakat. Dukungan ini juga mengkonfirmasi bahwa memang benar ada aktivitas nelayan yang menggunakan alat tangkap ilegal di perairan Air Bangis," tambahnya.

Masyarakat nelayan tradisional, katanya, berharap kunjungan dan komitmen Wagub Vasko tersebut dapat benar-benar menyelesaikan permasalahan troll mini yang selama ini mengancam mata pencaharian mereka.

"Kami berharap nanti ada tindakan yang lebih tepat sehingga tidak ada lagi nelayan yang menggunakan alat tangkap ilegal di perairan Sumatera Barat," ujar Khairul Anami.

Senada dengan Khairul, Rizal, seorang nelayan tradisional Air Bangis juga menyampaikan rasa terima kasihnya.

"Sebagai nelayan tradisional, kami sangat mengapresiasi Bapak Wakil Gubernur Sumbar yang menyempatkan diri datang ke Air Bangis, dan langsung turun ke laut untuk memimpin operasi penindakan aktivitas penangkapan ikan ilegal," ujarnya.

Rizal mengakui meskipun operasi tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena kendala cuaca, namun ia tetap berterima kasih atas kesediaan Wagub Vasko untuk bertemu dan berdialog langsung mengenai permasalahan mini troll yang selama ini mengganggu aktivitas penangkapan ikan para nelayan tradisional.

"Bapak Wakil Gubernur menanggapi masalah ini dengan sangat serius. Jadi, Alhamdulillah sekali lagi kami ucapkan ribuan terima kasih kepada beliau dan jajarannya," tambah Rizal dengan penuh semangat.

Rizal mengaku tidak menyangka bahwa pengaduan mereka akan mendapatkan respons cepat dari pemerintah provinsi.

"Kami benar-benar tidak menyangka surat yang kami ajukan ke Wagub Sumbar direspons dan beliau turun langsung ke lapangan," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, kunjungan kerja Wagub Sumbar ke kawasan Air Bangis merupakan bentuk tanggapan langsung terhadap surat pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat nelayan setempat beberapa hari sebelumnya.

Dalam kunjungan tersebut, Vasko Ruseimy tidak hanya melakukan dialog dengan para nelayan, tetapi juga mengorganisir operasi langsung untuk menindak aktivitas penangkapan ikan ilegal.

"Saya mendapatkan laporan dan pengaduan dari masyarakat terkait dugaan aktivitas penggunaan alat tangkap ilegal. Masih banyak sekali nelayan yang berasal dari luar Sumbar melakukan tindak penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab, yaitu menangkap ikan menggunakan pukat harimau. Hal ini tidak bisa dibiarkan," tegas Vasko saat berdialog dengan masyarakat pesisir Nagari Air Bangis.

Wagub Vasko juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk melindungi wilayah penangkapan ikan nelayan tradisional dari praktik-praktik yang merusak lingkungan.

"Kami tidak akan diam. Kita harus lindungi wilayah nelayan tradisional dari nelayan nakal perusak alam," tegasnya saat bertatap muka dengan masyarakat nelayan. (*)

Dampak Serius Penangkapan Ikan Ilegal

Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik penangkapan ikan menggunakan pukat harimau atau troll mini oleh kapal-kapal dari luar Sumatera Barat telah menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan tradisional di perairan Air Bangis.

Para nelayan setempat mengungkapkan bahwa aktivitas penangkapan ikan ilegal tersebut berlangsung hampir setiap hari, meskipun belakangan mengalami sedikit penurunan setelah adanya tindakan dari aparat penegak hukum. Namun, kegiatan tersebut masih menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sumber daya laut dan pendapatan nelayan tradisional.

Dampak dari praktik penangkapan ikan ilegal ini sangat kompleks. Tidak hanya merusak biota laut dan habitat ikan, praktik ini juga secara langsung mengancam kesejahteraan nelayan lokal yang mengandalkan metode penangkapan ikan tradisional dan ramah lingkungan. Fenomena ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat pesisir dalam jangka panjang jika tidak segera ditangani.

Langkah Strategis Penindakan

Merespons situasi tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat telah menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar untuk segera mengambil tindakan tegas dan komprehensif guna mengatasi permasalahan penangkapan ikan ilegal di perairan Air Bangis.

"Saya sudah meminta kepada seluruh jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan untuk segera menindaklanjuti hal ini. Kita tangkap agar tidak ada lagi nelayan-nelayan dari luar Sumatera Barat yang melakukan tindak kejahatan seperti ini," kata Vasko dengan tegas.

Tidak bergerak sendiri, Pemprov Sumbar juga telah menjalin koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar untuk mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku penangkapan ikan ilegal. "Alhamdulillah, kita sudah dibantu juga dengan seluruh jajaran dari Polda Sumbar untuk bisa berkoordinasi melakukan penangkapan ini," tambah Vasko.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku penangkapan ikan ilegal sekaligus menjadi bentuk perlindungan nyata terhadap kepentingan nelayan tradisional di Sumatera Barat, khususnya di wilayah Air Bangis.

Harapan Masyarakat Nelayan

Masyarakat nelayan tradisional Air Bangis menyambut positif tindakan tegas yang diambil oleh Pemprov Sumbar. Mereka berharap kunjungan dan komitmen Wakil Gubernur tersebut dapat benar-benar menyelesaikan permasalahan troll mini yang selama ini mengancam mata pencaharian mereka.

"Kami berharap nanti ada tindakan yang lebih tepat sehingga tidak ada lagi nelayan yang menggunakan alat tangkap ilegal di perairan Sumatera Barat," ujar Khairul Anami.

Senada dengan Khairul, Rizal juga menyampaikan harapannya, "Saya berharap kunjungan Wagub Sumbar ini bisa mengatasi persoalan troll mini ini dan nelayan yang berasal dari luar Sumbar tidak masuk lagi ke wilayah Air Bangis."

Para nelayan mengaku tidak menyangka bahwa pengaduan mereka akan mendapatkan respons cepat dari pemerintah provinsi. "Kami benar-benar tidak menyangka surat yang kami ajukan ke Wagub Sumbar direspons dan beliau turun langsung ke lapangan," ungkap Rizal dengan penuh apresiasi.

Komitmen Perlindungan Nelayan Tradisional

Wagub Vasko menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk terus mengawal proses penegakan hukum demi terjaganya ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir. "Kami berkomitmen untuk terus mengawal proses penegakan hukum demi terjaganya ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir, seperti di Air Bangis ini," ungkapnya.

Melalui langkah-langkah strategis dan kolaboratif yang diambil, Pemprov Sumbar berharap dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap nelayan tradisional dan sumber daya laut di perairan Sumatera Barat, khususnya di kawasan Air Bangis yang selama ini menjadi kantong penghidupan masyarakat pesisir.

Kehadiran langsung dan respons cepat dari Pemprov Sumbar ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat hadir dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam konteks perlindungan mata pencaharian nelayan tradisional dan pelestarian sumber daya kelautan yang berkelanjutan. (red)

Baca Juga

KWP Awards 2026, Wagub Vasko Diapresiasi atas Solidaritas Kebencanaan
KWP Awards 2026, Wagub Vasko Diapresiasi atas Solidaritas Kebencanaan
Wagub Vasko: Pemulihan Pasca Banjir Bandang di Sumbar Butuh Energi dan Kebersamaan
Wagub Vasko: Pemulihan Pasca Banjir Bandang di Sumbar Butuh Energi dan Kebersamaan
Pemprov Sumbar Dorong Revitalisasi Rumah Gadang, Lengkap dengan Story Telling Sejarah
Pemprov Sumbar Dorong Revitalisasi Rumah Gadang, Lengkap dengan Story Telling Sejarah
Pemprov Sumbar Apresiasi Penangkapan Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah, Minta Pelaku Dihukum Berat
Pemprov Sumbar Apresiasi Penangkapan Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah, Minta Pelaku Dihukum Berat
Wagub Vasko Tuai Apresiasi, Sumbar Dinilai Paling Siap Hadapi Bencana di Sumatera
Wagub Vasko Tuai Apresiasi, Sumbar Dinilai Paling Siap Hadapi Bencana di Sumatera
Presiden Prabowo Turun ke Lembah Anai, Wagub Sumbar Optimis Pemulihan Dipercepat
Presiden Prabowo Turun ke Lembah Anai, Wagub Sumbar Optimis Pemulihan Dipercepat