Sumbardaily.com, Padang - Operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan Tim SAR Gabungan di Kabupaten Pasaman berakhir dengan ditemukannya korban yang diduga hanyut di Sungai Lubuak Kasai.
Korban bernama Iman (53) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang selama hampir 15 jam.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, kejadian bermula ketika korban pergi memancing bersama temannya di kawasan Sungai Lubuak Kasai, Jorong Tabiang, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman pada Jumat (30/5/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.
"Namun, korban tidak kunjung kembali ke titik kumpul yang telah disepakati pada pukul 21.00 WIB," kata Abdul, Sabtu (31/5/2025).
Informasi mengenai hilangnya korban pertama kali diterima Kantor SAR Padang melalui laporan dari Destianti, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, pada Sabtu (31/5/2025) pukul 05.14 WIB.
"Laporan tersebut segera kami tindaklanjuti dengan pengerahan tim rescue dari Pos SAR Pasaman," katanya.
Lokasi kejadian, kata Abdul Malik, berada di koordinat 0°2'19.52"S -100°12'34.25"T dengan jarak tempuh sekitar 85,4 kilometer dari Pos SAR Pasaman.
"Tim rescue yang terdiri dari lima personel segera berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 05.31 WIB menggunakan kendaraan rescue double cabin," katanya.
Korban yang dilaporkan hilang adalah Iman, seorang pria berusia 53 tahun yang beralamat di Jorong Tanjuang Pangkal, Lingkuang Awua, Kabupaten Pasaman.
Saksi dalam kejadian ini adalah Musrizal (49 tahun), teman korban yang ikut memancing pada saat kejadian.
Tim SAR Gabungan tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.30 WIB dan langsung melakukan koordinasi dengan berbagai unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar area sungai menggunakan Light Craft Rescue (LCR) dan teknologi Aqua Eye untuk membantu pencarian di dalam air.
Operasi pencarian melibatkan berbagai peralatan canggih termasuk drone untuk pemantauan udara, peralatan SAR air, peralatan medis, serta peralatan komunikasi.
"Tim juga menggunakan rafting untuk menjangkau area-area yang sulit diakses di sepanjang aliran sungai," katanya.
Setelah melakukan pencarian intensif selama hampir empat jam, tim berhasil menemukan korban pada pukul 09.15 WIB.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 0°2'23.37"S -100°12'33.96"T, sekitar 100 meter dari lokasi terakhir kali korban terlihat," ungkap Abdul.
Evakuasi dan Penanganan Medis
Segera setelah korban ditemukan, tim medis yang standby di lokasi melakukan pemeriksaan dan konfirmasi kondisi korban.
Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Bonjol untuk proses lebih lanjut sesuai dengan prosedur standar penanganan korban.
Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara berbagai unsur yang terlibat dalam operasi SAR.
"Tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat turut membantu dalam proses evakuasi dan penanganan jenazah korban," katanya.
Operasi pencarian dan penyelamatan ini melibatkan koordinasi solid antara berbagai instansi dan masyarakat setempat. Total personel yang terlibat mencapai 49 orang yang terdiri dari berbagai unsur.
Pos SAR Pasaman mengerahkan lima personel sebagai tim inti operasi. TNI turut mendukung dengan mengirimkan dua personel, sementara Polri mengalokasikan enam anggota untuk membantu pengamanan dan pencarian.
BPBD Kabupaten Pasaman menjadi unsur terbesar dengan mengirimkan 12 personel yang memiliki pengetahuan lokal tentang geografis wilayah.
Kemudian, Dinkez setempat mengirimkan empat tenaga medis untuk standby selama operasi berlangsung.
"Yang tak kalah penting, masyarakat setempat turut berpartisipasi aktif dengan 20 orang sukarelawan yang membantu proses pencarian dan memberikan informasi terkait kondisi sungai," ucap Abdul Malik.
Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang pentingnya kehati-hatian saat beraktivitas di sekitar sungai.
"Kantor SAR Padang mengimbau agar masyarakat selalu memberitahu keluarga atau teman tentang rencana aktivitas di area berisiko seperti sungai atau danau," imbau Abdul Malik.
Aktivitas memancing atau rekreasi air, katanya, sebaiknya dilakukan secara berkelompok dan dengan persiapan peralatan keselamatan yang memadai.
"Pengetahuan tentang kondisi cuaca dan karakteristik sungai juga sangat penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan," katanya.
Masyarakat juga diingatkan untuk segera menghubungi nomor darurat 115 jika mengetahui adanya kecelakaan atau orang hilang di area perairan.
"Respons cepat dalam melaporkan kejadian dapat meningkatkan peluang keberhasilan operasi penyelamatan," tuturnya. (red)
















