Natasha Rizky dan Kitabisa.com Datangi Pariaman, Beri Trauma Healing untuk Anak Korban Bencana

Natasha Rizky dan Kitabisa.com Datangi Pariaman, Beri Trauma Healing untuk Anak Korban Bencana

Relawan Kitabisa.com dan Natasha Rizky saat memberikan trauma healing di Pariaman untuk membantu anak-anak penyintas bencana pulih dari ketakutan dan trauma. (Foto: Kominfo Pariaman)

Sumbardaily.com, Pariaman – Upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak penyintas bencana di Sumatera Barat (Sumbar) kembali mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Relawan Komunitas Kitabisa.com, bersama aktris Natasha Rizky, Ratna Galih, dan Diana Ayu Lestari, hadir langsung di Kota Pariaman untuk memberikan pendampingan trauma healing kepada murid-murid PAUD di Desa Pungguang Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan.

Kegiatan ini digelar untuk membantu anak-anak mengurangi kecemasan, mengatasi ketakutan, serta memulihkan keseimbangan emosional mereka pascabencana.

Natasha Rizky, atau akrab disapa Acha, mengaku bahagia melihat anak-anak kembali tersenyum dan mulai pulih setelah mengalami peristiwa yang mengguncang mental mereka.

Menurutnya, proses pemulihan trauma membutuhkan perhatian dan kehadiran orang-orang terdekat, terutama dalam kondisi ketika anak kehilangan rasa aman.

Ia berharap kegiatan yang digelar Komunitas Kitabisa.com dapat memberikan dorongan emosional bagi mereka agar kembali beraktivitas seperti sediakala.

Sesi trauma healing yang dipandu Acha berlangsung hangat dan penuh interaksi. Ia mengajak anak-anak bermain, menyanyi, dan berdialog secara ringan untuk membantu mengalihkan pikiran buruk yang masih tersisa akibat bencana.

"Kak Acha tahu bagaimana perasaan adik-adik yang menjadi korban bencana. Pasti ada rasa sedih, ketakutan, dan trauma. Semoga bantuan dari orang-orang baik di Kitabisa.com ini bisa membantu proses pemulihan adik-adik di Kota Pariaman dan daerah lainnya yang ikut terdampak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan kecil sekalipun dapat menjadi tenaga besar bagi anak-anak untuk bangkit dari rasa takut.

“Semoga bantuan dari Kitabisa.com yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat untuk membantu adik-adik pulih dari trauma,” katanya.

Selain Acha, anak-anak juga mendapat penguatan dari Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumbar Dianita Maulin Vasko yang mengajak mereka bernyanyi dan melakukan tepuk semangat agar tetap ceria meski tengah menghadapi masa sulit.

Aktivitas itu disambut antusias oleh para siswa yang tampak mulai lebih rileks sepanjang kegiatan.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Kitabisa.com dan seluruh relawan yang telah menyempatkan hadir serta memberikan perhatian khusus kepada para penyintas bencana di kotanya.

Ia menegaskan bahwa pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak, merupakan kebutuhan yang sama pentingnya dengan bantuan logistik maupun perbaikan infrastruktur.

“Pemulihan trauma bagi anak-anak sangat penting agar aktivitas sekolah mereka tidak terganggu oleh kondisi psikologis yang mereka alami,” ujarnya. (red)

Baca Juga

Penyintas Bencana Batu Busuak Padang Tempati Hunsela, Akhiri Masa Mengungsi Berbulan-bulan
Penyintas Bencana Batu Busuak Padang Tempati Hunsela, Akhiri Masa Mengungsi Berbulan-bulan
Huntap Mandiri Pertama di Kota Pariaman Diserahkan kepada Korban Bencana Hidrometeorologi
Huntap Mandiri Pertama di Kota Pariaman Diserahkan kepada Korban Bencana Hidrometeorologi
Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Beri Efek Berganda bagi Hotel, Kuliner dan UMKM
Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Beri Efek Berganda bagi Hotel, Kuliner dan UMKM
Pelatihan Batik Cap di Pariaman Siapkan Industri Rumah Tangga Baru, Peserta Dapat Peralatan Lengkap
Pelatihan Batik Cap di Pariaman Siapkan Industri Rumah Tangga Baru, Peserta Dapat Peralatan Lengkap
Delapan Partai Politik di DPRD Pariaman Terima Bantuan Keuangan Rp925,7 Juta
Delapan Partai Politik di DPRD Pariaman Terima Bantuan Keuangan Rp925,7 Juta
Kader PKK Kota Pariaman Didorong Ciptakan Inovasi Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
Kader PKK Kota Pariaman Didorong Ciptakan Inovasi Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi