Musda V IJTI Sumbar Diikuti 100 Peserta, Ini Rangkaian Kegiatannya Selama Tiga Hari

Musda V IJTI Sumbar Diikuti 100 Peserta, Ini Rangkaian Kegiatannya Selama Tiga Hari

Ketua Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Wahyudi Agus (tengah) didampingi Sekretaris Pelaksana, Dasril Reta Hadisuri dan Bendahara, Sherly Maureen Natasia (kanan). (Dok. AI)

Sumbardaily.com - Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Barat (Pengda Sumbar) akan menghadirkan sejumlah kegiatan selama tiga hari di Kota Padang, 23–25 Oktober 2026.

Selain pemilihan ketua dan jajaran pengurus baru, rangkaian kegiatan mencakup talkshow kebencanaan, pemberian penghargaan kepada tokoh atau lembaga inspiratif dan jurnalis kebencanaan, hiburan kesenian tradisional Minangkabau, hingga jalan sehat menuju Bukit Gado-gado.

Ketua Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Wahyudi Agus mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kontribusi jurnalis televisi dalam menyampaikan informasi faktual dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana.

"Melalui agenda ini, jurnalis televisi diharapkan dapat memperkuat kontribusi dalam menyampaikan informasi faktual dari lapangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, serta membantu membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana," kata Wahyudi Agus, Rabu (21/10/2026) malam.

Musda V IJTI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) mengangkat tema "Menjadikan Musyawarah Daerah IJTI Pengda Sumbar 2026 sebagai basis evaluasi peran jurnalis televisi dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, pemangku kebijakan lingkungan, dan masyarakat terdampak bencana Sumbar".

Adapun tagline kegiatan tersebut adalah "Menembus Batas Bencana, Membuka Mata Dunia".

Menurut Wahyudi, salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Musda V adalah penyusunan strategi kolaboratif untuk memproduksi konten dan dokumenter pasca bencana yang kaya visual, edukatif, serta mudah dipahami masyarakat.

Melalui pendekatan audio visual, pemberitaan mengenai bencana diharapkan tidak hanya hadir ketika peristiwa terjadi.

Dokumentasi pasca bencana juga dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memahami risiko, mengenali ancaman, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.

Strategi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat Sumatera Barat terhadap ancaman krisis iklim dan bencana hidrometeorologi.

"Penyajian dokumentasi pasca bencana yang kaya visual dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus memperkuat kesiapsiagaan," katanya.

Selain agenda utama berupa musyawarah dan pemilihan pengurus baru, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung. Salah satunya adalah talkshow penanganan kebencanaan dan pasca bencana hidrometeorologi.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembahasan mengenai persoalan kebencanaan sekaligus peran jurnalis televisi dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, pemangku kebijakan lingkungan, dan masyarakat terdampak.

Panitia juga merencanakan pemberian anugerah kepada tokoh atau lembaga inspiratif serta jurnalis kebencanaan. Rangkaian acara akan dilengkapi malam hiburan yang menampilkan kesenian tradisional Minangkabau.

Pada Minggu (25/10/2026) pagi, peserta dijadwalkan mengikuti jalan sehat bersama menuju Bukit Gado-gado di Kota Padang.

Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan lebih kurang sekitar 100 peserta.

Kegiatan tersebut dapat mempertemukan agenda organisasi, diskusi mengenai persoalan publik, apresiasi, dan kebersamaan antar jurnalis televisi di Sumatera Barat.

Sekretaris Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Dasril Reta Hadisuri, mengatakan kegiatan tersebut akan dihadiri Ketua IJTI Pusat Herik Kurniawan bersama sejumlah pengurus pusat. Koordinator Wilayah (Korwil) IJTI Sumatera yang dipimpin Gusti Yennosa juga dijadwalkan hadir.

Dasril menjelaskan, rangkaian Musda akan dimulai dengan agenda inti berupa pemilihan ketua dan jajaran pengurus baru. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow, pemberian penghargaan, dan acara hiburan.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada Minggu pagi melalui jalan sehat bersama menuju Bukit Gado-Gado.

Menurut Dasril, Musda merupakan agenda organisasi setiap empat tahun, seiring berakhirnya masa kepengurusan IJTI Pengda Sumbar periode 2022–2026.

"Karena itu, penyelenggaraan Musda menjadi bagian dari mekanisme organisasi untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan dan penyegaran kepengurusan," katanya.

Ketentuan tersebut, ucapnya, merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional (Munas) VI IJTI di Lombok pada 2021. Dalam keputusan itu, penyegaran organisasi di tingkat pusat dilakukan setiap lima tahun, sedangkan kepengurusan daerah diperbarui setiap empat tahun.

Dengan demikian, Musda V tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua baru, tetapi juga bagian dari pelaksanaan ketentuan organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan membuka ruang bagi gagasan baru.

"Musda ini merupakan agenda empat tahunan seiring berakhirnya kepengurusan IJTI Pengda Sumbar periode 2022-2026. Oleh sebab itu, Musda IJTI Sumbar merupakan keniscayaan dalam organisasi," ujarnya.

Tantangan Jurnalisme dan Regenerasi Organisasi

Pelaksanaan Musda V IJTI Sumbar berlangsung di tengah perubahan lanskap media yang semakin dinamis. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pengaruh algoritma media sosial, maraknya misinformasi dan hoaks, serta perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi tantangan bagi jurnalis.

Kondisi tersebut menuntut insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan mempertahankan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Organisasi profesi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas pemberitaan melalui penguatan independensi, profesionalisme, dan akurasi informasi agar masyarakat memperoleh berita yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Musda V menjadi momentum pergantian kepengurusan setelah berakhirnya masa bakti IJTI Pengda Sumbar periode 2022–2026 yang dipimpin Defri Mulyadi.

Ketua IJTI Pengda Sumbar periode 2022–2026, Defri Mulyadi, mengatakan Musda menjadi forum untuk menentukan ketua dan jajaran pengurus baru sekaligus mengevaluasi perjalanan organisasi selama periode sebelumnya.

"Sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah, Musda diselenggarakan untuk memenuhi amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," katanya.

Menurut Defri, Musda juga diharapkan menjadi ruang demokrasi bagi anggota untuk menyampaikan pandangan, mengevaluasi kinerja kepengurusan, dan merumuskan arah organisasi ke depan.

Kepengurusan berikutnya diharapkan mampu memperkuat soliditas jurnalis televisi di Sumatera Barat, meningkatkan keterampilan anggota, memperkuat perlindungan hukum bagi jurnalis, serta mendorong peningkatan literasi informasi masyarakat.

Melalui Musda V, diharapkan lahir rumusan program dan kepengurusan yang mampu memperkuat literasi kebencanaan, menjaga kualitas pemberitaan, serta memastikan informasi yang disampaikan anggota IJTI Sumbar tetap berdasarkan fakta di lapangan.

"Kami berharap pelaksanaan Musda V IJTI Sumbar pada 23-25 Oktober 2026 di Kota Padang dapat berlangsung lancar, aman, damai, dan demokratis," pungkas pria yang akrab disapa Imung tersebut. (*)

Baca Juga

Musda V IJTI Sumbar Angkat Isu Bencana, Jurnalis Televisi Didorong Tingkatkan Kesiapsiagaan Publik
Musda V IJTI Sumbar Angkat Isu Bencana, Jurnalis Televisi Didorong Tingkatkan Kesiapsiagaan Publik
Musda V IJTI Sumbar 2026 Dorong Jurnalis TV Perkuat Literasi Kebencanaan
Musda V IJTI Sumbar 2026 Dorong Jurnalis TV Perkuat Literasi Kebencanaan
IJTI Sumbar Tambah 5 Anggota Baru, Perkuat Komitmen Jurnalisme Profesional
IJTI Sumbar Tambah 5 Anggota Baru, Perkuat Komitmen Jurnalisme Profesional
3 Organisasi Pers Kecam Kekerasan pada Jurnalis saat Liput Pemulangan Paksa Warga Aia Bangih Tolak PSN
3 Organisasi Pers Kecam Kekerasan pada Jurnalis saat Liput Pemulangan Paksa Warga Aia Bangih Tolak PSN
Kualitas Udara Membaik, Siswa di Payakumbuh Kembali Belajar di Sekolah
Kualitas Udara Membaik, Siswa di Payakumbuh Kembali Belajar di Sekolah
BPJN Sumbar Preservasi Jalan Sei Dareh-Koto Baru Dharmasraya Sepanjang 19,35 Km
BPJN Sumbar Preservasi Jalan Sei Dareh-Koto Baru Dharmasraya Sepanjang 19,35 Km