Musda V IJTI Sumbar Angkat Isu Bencana, Jurnalis Televisi Didorong Tingkatkan Kesiapsiagaan Publik

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:54 WIB
Insan kebencanaan saat latihan gabungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan potensi bencana di Lapangan APEKSI Balai Kota Padang, Kamis (31/10/2024). (Foto: Dok Diskominfo Padang)
Insan kebencanaan saat latihan gabungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan potensi bencana di Lapangan APEKSI Balai Kota Padang, Kamis (31/10/2024). (Foto: Dok Diskominfo Padang)


Sumbardaily.com - Ketika bencana terjadi, wartawan televisi tidak hanya bertugas menyampaikan kabar dari lokasi kejadian. Informasi yang mereka sajikan juga menjadi penghubung antara masyarakat terdampak, pemerintah, dan pemangku kebijakan, sekaligus membantu publik memahami situasi serta risiko yang dihadapi.





Peran tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Barat (Pengda Sumbar) yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Kota Padang.





Melalui forum tersebut, IJTI Sumbar ingin memperkuat peran jurnalis televisi dalam komunikasi kebencanaan, mulai dari penyampaian informasi faktual di lapangan hingga produksi konten edukatif yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.





Ketua Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Wahyudi Agus, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mengevaluasi kontribusi jurnalis televisi dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, pemangku kebijakan lingkungan, dan masyarakat terdampak bencana.





"Melalui agenda ini, jurnalis televisi diharapkan dapat memperkuat kontribusi dalam menyampaikan informasi faktual dari lapangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, serta membantu membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana," kata Wahyudi Agus, Rabu (21/10/2026) malam.





Musda V IJTI Sumbar mengangkat tema "Menjadikan Musyawarah Daerah IJTI Pengda Sumbar 2026 sebagai basis evaluasi peran jurnalis televisi dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, pemangku kebijakan lingkungan, dan masyarakat terdampak bencana Sumbar".





Adapun tagline kegiatan tersebut adalah "Menembus Batas Bencana, Membuka Mata Dunia".


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X