Sumbardaily.com, Padang – Merespons keresahan masyarakat akibat maraknya tawuran dan balapan liar, Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) Kota Padang mengambil langkah strategis dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Tawuran.
Pembentukan satgas ini merupakan hasil Rapat Koordinasi yang diselenggarakan di Aula Kantor Camat Lubuk Kilangan.
"Satgas Anti Tawuran ini sangat penting sebagai upaya konkret menangani permasalahan tawuran dan balap liar yang semakin meresahkan," ungkap Camat Lubuk Kilangan, Afriadi Masbiran, menegaskan urgensi pembentukan satgas ini.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kapolsek Lubuk Kilangan Kompol Sosmedya, dan sejumlah anggota DPRD Kota Padang dan DPRD Sumbar.
Selain itu perwakilan berbagai elemen masyarakat termasuk KAN Luki, MUI, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, Forum Nagari, organisasi masyarakat, OKP, dan kepala sekolah se-Kecamatan Lubuk Kilangan.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati lima program strategis untuk mengatasi permasalahan tawuran dan balapan liar. Pertama, pembentukan Satgas Anti Tawuran akan dilakukan di setiap kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan.
Kedua, akan dilaksanakan program edukasi di sekolah-sekolah dengan melibatkan Camat, Kapolsek, dan Danramil sebagai inspektur upacara. Ketiga, implementasi patroli bersama yang melibatkan satgas dari seluruh kelurahan.
Keempat, pengajuan dukungan pendanaan melalui APBD Kota Padang yang akan diperjuangkan oleh anggota DPRD Kota Padang dan DPRD Provinsi Sumbar.
Kelima, menjalin kerja sama dengan TNI/Polri untuk program pembinaan pelaku tawuran di Kompi Tentara 133 atau SPN Padang Besi dengan durasi tiga hari.
Ketua Satgas Anti Tawuran Kecamatan Lubuk Kilangan Nisfan Jumadil memaparkan bahwa pembentukan Satgas untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari tawuran dan balapan liar.
"Kita akan mengedepankan program edukasi yang komprehensif, meliputi aspek agama, moral, dan nasionalisme untuk menjaga masa depan generasi muda. Program pembinaan mental di Kompi Tentara 133 dan SPN Padang Besi juga akan menjadi fokus utama kami," jelasnya.
Pembentukan Satgas Anti Tawuran ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan sekolah dan tokoh masyarakat yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut.
Langkah ini diyakini akan menjadi terobosan penting dalam upaya mengatasi permasalahan tawuran dan balapan liar yang selama ini meresahkan warga Kecamatan Lubuk Kilangan. (red)
















