Sumbardaily.com, Padang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, mulai merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk peserta didik. Sebanyak 2.331 siswa dari enam sekolah telah menerima manfaat dari program ini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala SPPG Purus, Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa penyaluran MBG ini merupakan bagian dari tahap awal pelaksanaan program yang akan terus diperluas. Ia menuturkan, satu unit dapur idealnya mampu melayani hingga 3.500 orang per hari.
“Enam sekolah menjadi sasaran pertama kami, dengan total penerima manfaat mencapai 2.331 siswa dari semua jenjang pendidikan,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).
Taufik menambahkan, cakupan program MBG ke depan tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga akan menjangkau kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil (bumil), balita, dan ibu menyusui. SPPG Purus yang berada di belakang Kantor Camat Padang Barat menjadi pusat produksi makanan bergizi untuk wilayah ini.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat melakukan peninjauan langsung ke SDN 24 Ujung Gurun. Menurutnya, program MBG sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota (Pemko) Padang, khususnya dalam mewujudkan visi Padang Juara.
“Ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang unggul dan berdaya saing, tidak hanya di level lokal, tetapi juga global,” kata Maigus.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Padang, Arman, mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah tersedia tiga dapur MBG di Kota Padang, yaitu di Parak Karakah, Padang Utara, dan Purus. Ketiganya diharapkan menjadi pusat distribusi makanan bergizi yang merata bagi pelajar dan masyarakat sasaran lainnya di berbagai kecamatan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan upaya strategis untuk mendukung kecukupan gizi anak usia sekolah, sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga. Dengan pendekatan intersektoral yang melibatkan pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, program ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak. (red)















