Makan Bergizi Gratis di Padang Dialihkan untuk Korban Banjir Bandang

Makan Bergizi Gratis di Padang Dialihkan untuk Korban Banjir Bandang

Aktivitas salah satu dapur Makan Bergizi Gratis di Kota Padang. (Foto: Kominfo Padang)

Sumbardaily.com, Padang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya diperuntukkan bagi siswa sekolah di Kota Padang dialihkan sementara untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak banjir bandang.

Kebijakan ini diambil Pemerintah Kota (Pemko) Padang sebagai langkah cepat merespons kondisi darurat ketika ribuan warga kehilangan akses makanan akibat bencana yang melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

Pengalihan MBG dilakukan melalui dapur SPPG yang selama ini memproduksi makanan harian untuk siswa. Pemerintah kota menilai skema ini paling efektif untuk memastikan makanan siap santap dapat segera menjangkau pengungsi yang tengah bertahan di posko-posko darurat.

Keputusan tersebut menjadi salah satu bentuk prioritas Pemko Padang dalam menutup celah pasokan pangan di tengah terputusnya akses logistik setelah banjir bandang merendam sejumlah kawasan.

Wali Kota Padang Fadly Amran yang turun langsung memantau daerah terdampak menegaskan perlunya pengalihan ini mengingat sekolah diliburkan dan kebutuhan warga di lapangan jauh lebih mendesak.

“Saya sudah minta dapur SPPG untuk mengalihkan makanan yang tadinya untuk MBG siswa sekolah, dialihkan untuk pengungsi. Karena sekolah sudah diliburkan,” tegasnya saat meninjau banjir bandang di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.

Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Alfiadi, memastikan bahwa MBG mulai hari pertama bencana langsung diarahkan ke wilayah terdampak sesuai arahan wali kota.

“Memang betul, di hari pertama bencana sampai hari Minggu, MBG langsung didistribusikan untuk korban sesuai arahan Pak Wali Kota,” ujar Alfiadi pada Rabu (3/12/2025).

Memasuki awal Desember, beberapa sekolah telah kembali beraktivitas sehingga penyaluran MBG untuk siswa yang sudah masuk sekolah kembali berjalan seperti semula.

Namun, bagi satuan pendidikan yang belum bisa beroperasi karena sarana dan prasarana masih terdampak banjir, pasokan MBG tetap dialihkan untuk para pengungsi.

“Sementara untuk dapur MBG yang sekolahnya belum masuk, maka MBG tetap kita distribusikan kepada korban bencana ke posko-posko yang ada,” jelasnya.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah paling signifikan di fase awal penanganan bencana. Banyak keluarga kehilangan sumber pangan setelah rumah mereka terendam lumpur dan timbunan material banjir bandang.

Kehadiran makanan siap konsumsi dari dapur SPPG membantu pemenuhan kebutuhan dasar di masa krisis ketika distribusi logistik belum sepenuhnya pulih.

Pemko Padang terus memantau perkembangan situasi secara harian, termasuk kondisi posko, ketersediaan logistik, dan akses air bersih. Pemerintah kota menargetkan stabilisasi kebutuhan dasar dalam beberapa hari ke depan seiring upaya pemulihan di lapangan.

Respons cepat ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan awal dan memberikan rasa aman bagi warga yang terdampak paling parah. (red)

Baca Juga

Kapal Pesiar Prancis Bersandar di Mentawai, Ratusan Wisatawan Mancanegara Tertarik Wisata Budaya
Kapal Pesiar Prancis Bersandar di Mentawai, Ratusan Wisatawan Mancanegara Tertarik Wisata Budaya
Long Weekend Isra Mi’raj, Trafik Tol Padang–Sicincin Alami Lonjakan Hampir 90 Persen
Long Weekend Isra Mi’raj, Trafik Tol Padang–Sicincin Alami Lonjakan Hampir 90 Persen
Hujan Diprakirakan Mendominasi Sumbar Hari Ini, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Hujan Diprakirakan Mendominasi Sumbar Hari Ini, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
ASN di Padang Didorong jadi Garda Terdepan Donor Darah
ASN di Padang Didorong jadi Garda Terdepan Donor Darah
Masjid Al-Falah jadi Pilar Smart Surau, Pemko Padang Ajak Warga Bersinergi
Masjid Al-Falah jadi Pilar Smart Surau, Pemko Padang Ajak Warga Bersinergi
PMKS Marak di Jalan Protokol, Satpol PP Padang Ambil Tindakan Penertiban
PMKS Marak di Jalan Protokol, Satpol PP Padang Ambil Tindakan Penertiban