Sumbardaily.com - Kehadiran Rumah Tahfiz Baitul Huffazh di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, menjadi simbol nyata kuatnya kolaborasi masyarakat kampung halaman dan perantau dalam membangun pendidikan berbasis Al-Qur’an bagi generasi muda Minangkabau.
Rumah tahfiz tersebut resmi diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, pada Senin (1/6/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa keberadaan Rumah Tahfiz Baitul Huffazh memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan generasi Minangkabau yang berkarakter, berakhlak mulia, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup.
“Semoga rumah tahfiz ini menjadi sarana menjaga putra-putri Minangkabau. Anak-anak yang hafal Al-Qur’an akan menjadi fondasi kuat bagi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi jati diri masyarakat Minang,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, rumah tahfiz tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah pembentukan identitas generasi muda di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.
Ia berharap lembaga tersebut mampu melahirkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus mencetak calon pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Selain itu, Mahyeldi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan Rumah Tahfiz Baitul Huffazh. Ia menilai keberhasilan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong yang terjalin antara masyarakat di kampung halaman dan para perantau.
Sementara itu, Wali Nagari Bungo Tanjung, Yudisthira Anuggraha, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur Sumbar dalam peresmian rumah tahfiz yang menurutnya telah diperjuangkan selama empat tahun terakhir.
“Rumah Tahfiz ini lahir dari perjuangan panjang dan merupakan hasil sinergi ranah dan rantau yang digagas Bapak Haji Edi bersama para perantau,” katanya.
Yudisthira menilai berdirinya Rumah Tahfiz Baitul Huffazh menjadi bukti nyata besarnya perhatian para perantau terhadap pembangunan kampung halaman.
Keberadaan rumah tahfiz tersebut diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan adat yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau.
Peresmian Rumah Tahfiz Baitul Huffazh turut dihadiri Camat Batipuh, unsur Forkopimca, Babinsa, Bhabinkamtibmas, niniak mamak, alim ulama, bundo kanduang, tokoh masyarakat, kalangan pemuda, hingga para perantau asal Padang Kunyik yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran Rumah Tahfiz Baitul Huffazh diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Tanah Datar.
Lebih dari itu, keberadaannya juga menjadi wujud nyata sinergi ranah dan rantau dalam membangun kampung halaman serta menyiapkan generasi muda Minangkabau yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. (*)
















