Gubernur Sumbar Ingatkan SPPG, Program MBG Tak Boleh Abaikan Keselamatan Warga

Gubernur Sumbar Ingatkan SPPG, Program MBG Tak Boleh Abaikan Keselamatan Warga

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Sumbardaily.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar mematuhi seluruh aturan dan standar pemerintah demi menjaga keamanan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (20/05/2026).

Mahyeldi menilai Program MBG yang dihadirkan pemerintah pusat merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak. Karena itu, menurutnya, pelaksanaan program di lapangan harus dilakukan secara disiplin agar tujuan utama program dapat tercapai secara maksimal.

“Jangan sampai niat baik yang telah dihadirkan presiden untuk masyarakat ini tidak dilaksanakan,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak terkait wajib menjalankan program sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Mahyeldi meminta setiap tahapan pelaksanaan, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan, dilakukan dengan memperhatikan kualitas bahan pangan dan aspek keamanan konsumsi masyarakat.

“Kepada SPPG dan seluruh pihak yang melaksanakan program ini betul-betul mempedomani aturan-aturan yang telah dihadirkan,” katanya.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada masyarakat, tetapi juga dari jaminan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap proses pelaksanaan program.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program tersebut. Karena itu, tindakan tegas akan diambil jika terjadi hal yang membahayakan masyarakat, termasuk dugaan kasus keracunan makanan.

“Ketika kita menemukan keracunan maka SPPG tersebut ditutup untuk sementara. Kewajiban pemerintah daerah melakukan perlindungan kepada rakyat,” tegasnya.

Mahyeldi menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah harus dijaga melalui pelaksanaan yang disiplin serta tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat di lapangan. Ia berharap seluruh pelaksana Program MBG di Sumbar dapat menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan risiko kesehatan. (*)

Baca Juga

Ratusan Orang Diduga Keracunan Makanan di Palupuh Agam, Operasional Dapur SPPG Pasia Laweh Disetop Sementara
Ratusan Orang Diduga Keracunan Makanan di Palupuh Agam, Operasional Dapur SPPG Pasia Laweh Disetop Sementara
Komisi VIII DPR Soroti Rehab-Rekon Banjir Bandang Sumbar Belum Dimulai, Sudah Hampir 8 Bulan
Komisi VIII DPR Soroti Rehab-Rekon Banjir Bandang Sumbar Belum Dimulai, Sudah Hampir 8 Bulan
Pemerintah Perketat MBG, 833 SPPG Ditutup dan 455 Bakal Permanen
Pemerintah Perketat MBG, 833 SPPG Ditutup dan 455 Bakal Permanen
Indeks Kesehatan Lamun Sumbar Terungkap, Peneliti Temukan 8 Jenis di 14 Lokasi
Indeks Kesehatan Lamun Sumbar Terungkap, Peneliti Temukan 8 Jenis di 14 Lokasi
2,12 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim ke NTT untuk Korban Gempa
2,12 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim ke NTT untuk Korban Gempa
Jejak Mohammad Hatta di Vila Bung Hatta, Menbud Dorong Status Cagar Budaya Nasional
Jejak Mohammad Hatta di Vila Bung Hatta, Menbud Dorong Status Cagar Budaya Nasional