Pascabanjir Bandang Agam, 250 Mahasiswa Turun ke Palembayan untuk Program Pemulihan Masyarakat

Pascabanjir Bandang Agam, 250 Mahasiswa Turun ke Palembayan untuk Program Pemulihan Masyarakat

Rencana pelaksanaan program dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi bersama Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Afdalisma dan Rektor Universitas Fort De Kock, Evi Hasnita beserta jajaran masing-masing di Ruang Rapat Bupati Agam, Lubuk Basung, Rabu (13/5/2026). (Foto: Pemkab Agam)

Sumbardaily.com - Meski banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam telah berlalu cukup lama, perhatian terhadap masyarakat terdampak masih terus berdatangan.

Kali ini, dukungan datang dari kalangan perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang akan digelar di wilayah terdampak bencana di Kecamatan Palembayan.

Rencana pelaksanaan program tersebut dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi bersama Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Afdalisma dan Rektor Universitas Fort De Kock, Evi Hasnita beserta jajaran masing-masing di Ruang Rapat Bupati Agam, Lubuk Basung, Rabu (13/5/2026).

Program KKN Tematik itu dirancang sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan masyarakat pascabencana sekaligus implementasi program Kampus Berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah dan penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.

Ketua TP-PKK Agam, Ny Merry Benni Warlis menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah X yang telah memilih Kabupaten Agam sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat tersebut.

“Ini merupakan bentuk perhatian juga kepada kami,” ujarnya dilansir laman resmi Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, agar program berjalan efektif dan tepat sasaran, tim pelaksana diharapkan melakukan survei dan koordinasi secara menyeluruh dengan berbagai pihak terkait, termasuk tenaga ahli kebencanaan.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor sehingga program yang dilaksanakan nantinya benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak banjir bandang.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma mengatakan KKN Tematik tersebut akan dilaksanakan bersama LLDIKTI Wilayah III dengan lokasi kegiatan dipusatkan di Kecamatan Palembayan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung proses pemulihan pascabencana serta memperkuat ketahanan masyarakat di daerah terdampak.

Program KKN Tematik itu nantinya melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah X.

“Diharapkan kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan sosial, ekonomi, pendidikan hingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selain membantu masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa serta meningkatkan kemampuan problem solving dalam menghadapi persoalan nyata di tengah masyarakat.

Afdalisma menjelaskan, pelaksanaan KKN Tematik dijadwalkan berlangsung selama 10 hingga 12 hari pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 di kawasan terdampak bencana di Kabupaten Agam.

Sebelum program dimulai, survei lapangan akan dilakukan pada 18 Mei 2026 oleh tim gabungan dari LLDIKTI Wilayah III, LLDIKTI Wilayah X, serta sejumlah perguruan tinggi vocal point.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat dalam survei dan persiapan program tersebut di antaranya Universitas Fort De Kock, Universitas Budi Luhur, Universitas Gunadarma dan Universitas Bhayangkara.

Secara keseluruhan, program KKN Tematik itu akan melibatkan sekitar 250 mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu. Sebanyak 130 peserta berasal dari perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah III dan 120 peserta lainnya berasal dari perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.

Berbagai program pengabdian masyarakat telah dipersiapkan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Pada bidang kesehatan, peserta KKN akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan mata gratis, pembagian kacamata gratis bagi masyarakat terdampak, pengendalian penyakit menular, trauma healing untuk anak-anak dan masyarakat, penyediaan air bersih, hingga penyuluhan kesehatan lingkungan dan sanitasi.

Di bidang pendidikan, mahasiswa akan memberikan edukasi pembelajaran bagi siswa tingkat SD dan SMP, membantu penyusunan kurikulum berbasis deep learning, melakukan pendataan masyarakat, serta memberikan penyuluhan mitigasi bencana.

Sementara itu, pada sektor teknologi, ekonomi kreatif dan pertanian, program akan difokuskan pada pendampingan UMKM dan desa, edukasi mitigasi bencana, inovasi early warning system, hingga pemberdayaan kelompok tani dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, LLDIKTI Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah X berharap kegiatan KKN Tematik mampu menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi menegaskan Pemerintah Kabupaten Agam mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

Ia meminta agar pihak LLDIKTI Wilayah X terus melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal.

Mhd Lutfi berharap program KKN Tematik itu nantinya benar-benar menghadirkan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam. (*)

Baca Juga

Menara BTS Telkomsel Berdiri di Malalak Agam, Akses Internet Warga Kini Lebih Baik
Menara BTS Telkomsel Berdiri di Malalak Agam, Akses Internet Warga Kini Lebih Baik
Swiss Dukung Program PRIME di Agam, Layanan Kesehatan Nagari Diperkuat hingga 2026
Swiss Dukung Program PRIME di Agam, Layanan Kesehatan Nagari Diperkuat hingga 2026
Peletakan Batu Pertama Huntap Pariaman, Awal Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi
Peletakan Batu Pertama Huntap Pariaman, Awal Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi
Oknum Polisi di Agam Diduga Cabuli Anak Tiri 15 Tahun, Korban Alami Trauma
Oknum Polisi di Agam Diduga Cabuli Anak Tiri 15 Tahun, Korban Alami Trauma
Menteri Pariwisata Puji Keindahan Budaya Nagari Koto Gadang Agam
Menteri Pariwisata Puji Keindahan Budaya Nagari Koto Gadang Agam
Pendapatan Daerah Belum Maksimal, Wabup Agam Tekankan Transformasi Digital
Pendapatan Daerah Belum Maksimal, Wabup Agam Tekankan Transformasi Digital