Sumbardaily.com, Padang – Kebakaran melanda sebuah rumah kontrakan di Perumahan Gery Permai, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (22/6/2025) pagi. Peristiwa tersebut dipicu oleh ledakan kompor gas yang menyebabkan satu penghuni rumah mengalami luka bakar, serta kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Menurut keterangan Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, laporan kebakaran diterima pada pukul 08.58 WIB. Merespons cepat, dua unit mobil pemadam dan 25 personel langsung diterjunkan ke lokasi.
Tim pemadam tiba enam menit kemudian, yakni pukul 09.04 WIB, dan berhasil mengendalikan kobaran api sepenuhnya pada pukul 09.30 WIB.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan rumah kontrakan milik Syafnidar (63), seorang pensiunan guru. Rumah tersebut disewa oleh M. Satria (35), karyawan swasta yang tinggal bersama keluarganya.
"Kebakaran bermula saat salah satu penghuni mencoba menyalakan kompor gas untuk merebus air. Ledakan gas terjadi karena adanya kebocoran, yang memicu kobaran api secara tiba-tiba," ujar Rinaldi.
Andrianus (60), seorang tetangga sekaligus saksi mata yang juga merupakan pensiunan PNS LPMP, mengungkapkan bahwa suara ledakan terdengar cukup keras dan langsung memunculkan api dari dapur rumah kontrakan. Salah satu penghuni rumah, Ernawati (44), mengalami luka bakar pada bagian kaki akibat insiden tersebut.
"Korban segera mendapatkan pertolongan, saat warga lainnya berupaya menghubungi pemadam kebakaran," sebut Rinaldi.
Rinaldi menjelaskan kondisi lokasi yang berada di permukiman padat penduduk serta akses jalan sempit sempat menjadi kendala bagi tim Damkar dalam mencapai titik api. Namun, upaya cepat dan terkoordinasi dari petugas berhasil mencegah api merembet ke kontrakan lainnya di sekitar.
Luas area bangunan yang terbakar diperkirakan sekitar 4 x 4 meter persegi. Di sekeliling bangunan tersebut terdapat empat unit kontrakan lain yang turut berisiko terdampak. Tiga unit dalam kondisi kosong saat kejadian, sementara satu unit lainnya dihuni oleh satu keluarga dengan empat anggota.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," kata Rinaldi.
Dinas Damkar Kota Padang memperkirakan total kerugian mencapai Rp 35 juta. Sementara itu, nilai aset yang berhasil diselamatkan dari potensi kebakaran diperkirakan sekitar Rp 400 juta. Luas area terdampak yang berhasil diamankan diperkirakan 17 x 17 meter persegi.
Sebagai langkah antisipasi, Rinaldi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat menggunakan kompor gas. Masyarakat diminta rutin memeriksa kondisi selang, regulator, dan tabung gas guna mencegah kebocoran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Layanan pelaporan darurat kebakaran dapat diakses masyarakat melalui call center Padang Sigap 112 atau melalui sambungan 113. (dil)















