Sumbardaily.com, Padang – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara telah mempersiapkan strategi khusus menghadapi proyeksi peningkatan kebutuhan LPG bersubsidi menjelang perayaan Idul Adha. Perusahaan migas nasional ini memastikan pasokan gas elpiji tiga kilogram dalam keadaan terkendali di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Langkah preventif telah disiapkan guna mengantisipasi kemungkinan eskalasi permintaan bahan bakar gas rumah tangga pada momentum hari raya kurban tahun ini. Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas supply chain LPG bersubsidi.
"Kami memberikan jaminan penuh bahwa stok serta jalur distribusi LPG berada dalam kondisi terkontrol dan berjalan optimal di Sumbar menjelang Idul Adha. Apabila situasi di lapangan memerlukan, penambahan kuota LPG 3 Kg secara fakultatif siap kami implementasikan sesuai dinamika kebutuhan aktual," tegas Satria dalam keterangannya dikutip Kamis (5/6/2025).
Berdasarkan analisis data konsumsi, proyeksi peningkatan permintaan LPG 3 Kg diperkirakan mencapai 4,6 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal bulan Mei 2025. Angka ini setara dengan kenaikan dari 3.368 Metrik Ton menjadi 3.522 MT per hari untuk cakupan wilayah operasional Sumbagut yang mencakup Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau.
Khusus untuk wilayah Sumatera Barat, proyeksi peningkatan konsumsi menunjukkan tren yang lebih signifikan dengan estimasi kenaikan hingga 7 persen. Angka konsumsi harian normal Mei 2025 sebesar 482 MT per hari diprediksi akan melonjak menjadi 516 MT selama periode Idul Adha.
"Pola konsumsi masyarakat terhadap LPG 3 Kg pada setiap perayaan Idul Adha secara konsisten menunjukkan tren peningkatan. Fenomena ini terjadi sebagai dampak dari intensifikasi aktivitas memasak di sektor domestik. Berdasarkan kalkulasi kami, eskalasi konsumsi LPG 3 Kg di Sumbar diproyeksikan mencapai 7 persen," papar Satria menjelaskan pola konsumsi tahunan.
Pjs. Sales Area Manager (SAM) Retail Sumbar Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rizal Julianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan penambahan LPG 3 Kg secara fakultatif sebanyak 142.800 tabung khusus untuk wilayah Sumbar dalam rangka menyambut Idul Adha 2025.
Selain penambahan kuota, Pertamina Patra Niaga juga mengintensifkan koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait. Sinergi ini melibatkan Pemerintah Daerah, institusi Kepolisian, jaringan Agen LPG, serta pangkalan distribusi untuk memastikan kelancaran mata rantai penyaluran LPG.
"Kami telah mengalokasikan tambahan LPG 3 Kg sebanyak 142.800 tabung khusus untuk wilayah Sumbar. Inisiatif ini bertujuan memastikan bahwa kebutuhan LPG masyarakat dapat terpenuhi secara optimal selama periode Idul Adha," ungkap Rizal memberikan detail penambahan kuota.
Rizal juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian LPG 3 Kg melalui pangkalan yang telah mendapat otorisasi resmi. Harga LPG harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing wilayah.
Untuk memudahkan akses informasi, masyarakat dapat mencari lokasi pangkalan LPG 3 kg terdekat melalui platform digital subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg yang dapat diakses secara online.
"Melalui pembelian LPG 3 Kg di pangkalan resmi, masyarakat dapat memperoleh jaminan keamanan produk serta terjaminnya kualitas dan akurasi takaran. Adapun segmentasi pengguna LPG bersubsidi meliputi rumah tangga, pelaku usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran," tegas Rizal mengenai pentingnya pembelian melalui jalur resmi.
Selain memastikan ketersediaan LPG bersubsidi, Pertamina Patra Niaga juga memberikan jaminan ketersediaan produk LPG non-subsidi yakni Bright Gas. Produk ini tersedia di berbagai pangkalan, SPBU Pertamina, maupun outlet resmi Bright Gas yang mudah diakses masyarakat luas.
"Secara internal, kami terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh wilayah operasional kami, baik Integrated Terminal LPG maupun Depot LPG, untuk memastikan sarana dan fasilitas dalam kondisi optimal beroperasi," tutup Rizal menegaskan kesiapan infrastruktur distribusi. (red)
















