51 Santri Tanah Datar Kuliah ke Mesir, Maroko dan Tunisia, Diminta Kembali Mengabdi

51 Santri Tanah Datar Kuliah ke Mesir, Maroko dan Tunisia, Diminta Kembali Mengabdi

Pelepasan 51 santri berlangsung di Gazebo Gedung Indojolito Batusangkar, Kamis (24/9/2026). (Foto: Pemkab Tanah Datar)

Sumbardaily.com - Sebanyak 51 santri dan santriwati asal Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah. Mereka akan menempuh studi di Mesir, Maroko, dan Tunisia selama kurang lebih empat tahun.

Pelepasan 51 santri berlangsung di Gazebo Gedung Indojolito Batusangkar, Kamis (24/9/2026). Momentum keberangkatan itu tidak hanya menjadi langkah awal untuk menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi juga membawa pesan agar ilmu yang diperoleh nantinya kembali dimanfaatkan untuk masyarakat dan daerah.

Pelepasan para santri mengangkat tema “Pergi Mengejar Mimpi, Kembali untuk Mengabdi”. Tema tersebut menjadi pesan utama agar kesempatan belajar di luar negeri tidak hanya berujung pada pencapaian pribadi.

Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi, S.STP., M.Si, mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap keberangkatan para santri. Menurutnya, keputusan meninggalkan keluarga dan kampung halaman demi menuntut ilmu merupakan ikhtiar besar yang membutuhkan keteguhan niat.

“Ini adalah ikhtiar besar. Mereka harus memiliki keteguhan niat dan keberanian untuk meninggalkan keluarga serta kampung halaman,” kata Abdurrahman.

Ia berharap pendidikan yang ditempuh para santri selama kurang lebih empat tahun di Timur Tengah dapat menjadi bekal untuk kembali membangun Tanah Datar.

“Pergi mengejar mimpi, kembali untuk mengabdi. Kita berharap setelah menyelesaikan pendidikan, anak-anak kita kembali ke Tanah Datar dan ikut membangun daerah, terutama dalam bidang keagamaan,” ujarnya.

Menurut Abdurrahman, para alumni pesantren yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai dakwah. Mereka juga diharapkan dapat meneruskan peran ulama, mubalig, serta penggerak berbagai kegiatan keagamaan di Tanah Datar.

“Orang tua dan masyarakat mari kita terus doakan anak-anak kita. Semoga mereka selamat, berhasil dan kelak menjadi penerus kegiatan keagamaan di Kabupaten Tanah Datar,” katanya.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Tanah Datar Drs. Damsir Dt. Maharajo, NS, menyebut keberangkatan para santri sebagai investasi jangka panjang untuk daerah.

“Kita merasa sangat bangga dengan keberangkatan anak-anak kita ini. Ini investasi jangka panjang bagi Tanah Datar,” ujar Damsir.

Damsir mengatakan FKPP mendorong pondok pesantren mengirimkan santri terbaik untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah. Dorongan tersebut salah satunya berkaitan dengan kebutuhan tenaga pengajar di lingkungan pesantren.

“Kita khawatir nanti siapa yang akan mengajar di pesantren. Karena itu, kita dorong pesantren mengirimkan santri terbaiknya ke Timur Tengah,” katanya.

Ia berharap para santri yang menyelesaikan pendidikan tidak hanya memperoleh gelar, tetapi juga kembali membawa ilmu untuk pesantren.

“Setelah kurang lebih empat tahun, kita berharap mereka kembali. Bukan hanya membawa gelar, tetapi kembali menjadi tenaga pengajar dan penggerak pendidikan pesantren,” ujar Damsir.

Dukungan pendidikan juga diberikan Baznas Tanah Datar. Lembaga tersebut memiliki program bantuan pendidikan bagi santri yang melanjutkan studi ke luar negeri.

Baznas Tanah Datar yang diwakili Benny Apero, S.Sos, mengatakan bantuan diberikan kepada penerima yang memenuhi ketentuan.

“Ini merupakan program tahunan Baznas. Tahun ini kita memberikan bantuan kepada penerima yang memenuhi ketentuan, sebesar Rp7,5 juta per orang,” ujar Benny.

Ia menjelaskan dana bantuan tersebut berasal dari zakat yang dihimpun Baznas, termasuk kontribusi dari ASN Kabupaten Tanah Datar.

“Lebih dari 90 persen zakat yang kita kelola berasal dari ASN. Karena itu, kami juga mendoakan seluruh ASN agar selalu sehat dan dimudahkan dalam menjalankan tugas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar Dr. H. Hendri Pani Dias, S.Ag., MA, menilai keberangkatan 51 santri tersebut menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi generasi muda Tanah Datar untuk mendapatkan pengalaman pendidikan internasional.

“Kita mengapresiasi anak-anak dan orang tua yang berani mengambil langkah untuk belajar ke luar negeri. Perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil,” kata Hendri.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi berdasarkan potensi masing-masing siswa. Menurutnya, setiap anak perlu mendapatkan arahan sesuai minat dan kemampuan yang dimiliki.

“Kompetensi itu tidak bisa setengah-setengah. Anak-anak yang memiliki bakat di bidang keagamaan, desain, maupun keterampilan teknis harus diarahkan sesuai minat dan kemampuannya,” katanya.

Pesan lain disampaikan Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra. Ia meminta para santri meluruskan niat sebelum memulai perjalanan pendidikan di luar negeri.

“Luruskan niat. Kita belajar bukan hanya karena ustadz atau karena orang tua, tetapi karena Allah. Kalau niat kita benar, insyaallah ilmu yang diperoleh akan menjadi berkah,” ujar Lise.

Selain soal niat, Lise mengingatkan para santri untuk mampu menjaga diri sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka akan menghadapi perbedaan bahasa, makanan, hingga lingkungan sosial selama berada di negara tujuan.

“Kalian akan berada di negeri orang. Bahasa berbeda, makanan berbeda, lingkungan berbeda. Jadi, siapkan mental, jaga diri dan hati-hati dalam pergaulan,” pesannya.

Para santri juga diminta saling menguatkan selama menjalani kehidupan di perantauan. Menurut Lise, kebersamaan menjadi penting ketika mereka menghadapi kesulitan atau kehilangan semangat.

“Jangan merasa sendiri. Kalau ada teman yang kesulitan atau kehilangan semangat, rangkul dan ingatkan. Di negeri orang, kalian adalah keluarga satu sama lain,” katanya.

Namun, pesan yang paling ditekankan Lise adalah agar para santri tidak melupakan Tanah Datar. Pendidikan di luar negeri diharapkan menjadi jalan untuk memperluas ilmu, pengalaman, dan wawasan sebelum kembali ke kampung halaman.

“Jangan lupa pulang. Pulang bukan hanya kembali secara fisik, tetapi kembali membawa ilmu, pengalaman dan wawasan yang lebih luas. Tanah Datar membutuhkan generasi yang berilmu dan siap mengabdi untuk umat dan masyarakat,” ujar Lise. (*)

Baca Juga

Bukan Sekadar Soal Tinggi Badan, Ini yang Dikejar Tanah Datar dalam Cegah Stunting
Bukan Sekadar Soal Tinggi Badan, Ini yang Dikejar Tanah Datar dalam Cegah Stunting
Sekolah di Tanah Datar Kembali Tatap Muka, Aktivitas Siswa Tetap Dibatasi
Sekolah di Tanah Datar Kembali Tatap Muka, Aktivitas Siswa Tetap Dibatasi
Pelaku UMKM Tanah Datar Didorong Kuasai AI, Pasarkan Produk hingga Pasar Global
Pelaku UMKM Tanah Datar Didorong Kuasai AI, Pasarkan Produk hingga Pasar Global
Wabup Tanah Datar Soroti Mentalitas Warga: Dari Pola Asuh hingga Ancaman Narkoba
Wabup Tanah Datar Soroti Mentalitas Warga: Dari Pola Asuh hingga Ancaman Narkoba
Kualitas Udara Tanah Datar Memburuk, Pembelajaran SD dan SMP Digelar Daring
Kualitas Udara Tanah Datar Memburuk, Pembelajaran SD dan SMP Digelar Daring
105 Perantau IKM Bengkulu Kunjungi Tanah Datar, Tertarik Pacu Jawi dan Alua Katentong
105 Perantau IKM Bengkulu Kunjungi Tanah Datar, Tertarik Pacu Jawi dan Alua Katentong