Kisah Ernita dan Ratusan Warga Padang Korban Terdampak Banjir Bandang yang Kehilangan Tempat Pulang

Kisah Ernita dan Ratusan Warga Padang Korban Terdampak Banjir Bandang yang Kehilangan Tempat Pulang

Pengungsi korban terdampak banjir bandang di SDN 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh Kota Padang, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Sumbar Daily)

Sumbardaily.com, Padang - Di tengah tenda-tenda darurat dan ruang kelas yang disulap menjadi tempat bermalam, ratusan warga korban banjir bandang di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumateta Barat (Sumbar) masih terjebak dalam kesedihan yang belum mereda.

Mereka tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga kehilangan kepastian tentang masa depan pasca musibah yang menghantam mereka.

Kebingungan mengenai ke mana mereka akan melangkah setelah masa pengungsian menjadi beban terbesar, terutama bagi para orang tua yang memikirkan keberlanjutan hidup anak-anak mereka.

Sudah lima hari terakhir, lebih dari 300 jiwa dari Kelurahan Kapalo Koto dan Batu Busuak bertahan di Posko Pengungsian SD 02 Cupak Tangah.

Gedung sekolah yang biasanya dipenuhi riuh suara murid, kini berubah menjadi saksi bisu dari isak tangis, kecemasan dan cerita kehilangan dari para korban banjir bandang yang rumahnya rata oleh terjangan galodo.

Mereka yang masih bertahan mengaku semakin cemas. Meski pemerintah telah berjanji akan membangun kembali rumah warga, kepastian waktu realisasi menjadi pertanyaan besar.

Bagi korban yang sudah tidak memiliki tempat lain untuk dituju, janji itu masih terasa jauh dari kenyataan sehari-hari yang harus dijalani di lantai sekolah yang dingin.

Di antara para pengungsi, Ernita, warga RT 01 RW 03 Kelurahan Lambuang Bukik, menjadi salah satu dari banyak ibu yang terus dihantui pertanyaan besar, setelah ini akan tinggal di mana? Rumahnya sudah hancur tak bersisa.

Setiap hari ia mencoba menenangkan diri, tetapi kekhawatiran tentang masa depan keluarga tak pernah reda.

"Kami sudah dengar pemerintah akan menjanjikan pembangunan kembali. Namun, ketidakpastian ini membuat kami sulit membayangkan bagaimana memulai lagi dari awal," ucapnya lirih, Rabu (3/12/2025) siang.

Di posko pengungsian, katanya, stok makanan disebut cukup. Namun, mayoritas bantuan berupa mi instan membuat para orang tua mulai resah.

Ernita dan ratusan korban terdampak sudah khawatir mengkonsumsi mi instan dalam jumlah banyak akan berdampak pada kesehatan anak-anak yang sudah kelelahan secara fisik dan emosional.

"Di sisi lain, kebutuhan dasar seperti air bersih masih minim dan belum mampu memenuhi kebutuhan harian ratusan pengungsi," katanya.

Sementara itu, Welly Noviza, penanggung jawab posko pengungsian, menyampaikan bahwa keluhan terkait dominasi bantuan mi instan terus mengalir dari para korban.

Dirinya berharap masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak pengungsi, terutama makanan padat dengan gizi seimbang untuk anak-anak.

"Variasi bantuan makanan sangat penting untuk menjaga kesehatan para pengungsi selama berada di posko," katanya.

Di tengah situasi penuh tekanan ini, kebutuhan dasar tidak hanya soal makanan dan air bersih.

Banyak warga mengaku bahwa yang paling mereka perlukan adalah kepastian kapan mereka bisa kembali menjalani hidup yang normal dan di mana mereka akan membangun kembali masa depan. Hingga kini, pertanyaan itu masih menggantung.

Posko pengungsian SD 02 Cupak Tangah tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga ruang yang menyimpan kisah-kisah kehilangan, harapan, dan ketidakpastian.

Warga berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian terkait hunian permanen atau sementara, agar mereka dapat keluar dari masa keterpurukan dan kembali menata hidup setelah bencana yang merenggut segalanya.

Saat banjir bandang telah surut, dampak bencana masih terasa kuat. Kesedihan belum pudar, dan kebingungan semakin nyata.

Di antara kepadatan ruang pengungsian, para korban terus berpegangan pada satu hal yang tersisa, yakni harapan agar mereka tidak terus hidup dalam ketidakpastian. (adl)

Baca Juga

Medison Dilantik Jadi Sekda Dharmasraya, Bupati Annisa Tekankan Reformasi Birokrasi
Medison Dilantik Jadi Sekda Dharmasraya, Bupati Annisa Tekankan Reformasi Birokrasi
Bumiy Rilis Japuik Tabao, Balada Minangkabau tentang Kehilangan yang Menyentuh
Bumiy Rilis Japuik Tabao, Balada Minangkabau tentang Kehilangan yang Menyentuh
Distribusi Daging Kurban di Padang Kini Digital, Barcode Gantikan Sistem Kupon
Distribusi Daging Kurban di Padang Kini Digital, Barcode Gantikan Sistem Kupon
Korban Longsor Agam Jalani Perawatan di RSAM Bukittinggi, Ini Kondisinya
Korban Longsor Agam Jalani Perawatan di RSAM Bukittinggi, Ini Kondisinya
Jalan Tembus Solok Selatan-Dharmasraya Ditarget Rampung 2026, Akses Transportasi Makin Cepat
Jalan Tembus Solok Selatan-Dharmasraya Ditarget Rampung 2026, Akses Transportasi Makin Cepat
Jembatan Darurat Segera Dibangun Usai Insiden Lansia Hanyut di Sungai Batang Anai
Jembatan Darurat Segera Dibangun Usai Insiden Lansia Hanyut di Sungai Batang Anai