Sumbardaily.com - Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan gerakan tanam serentak nasional yang akan digelar pada 30 April 2026.
Penunjukan ini menjadi sorotan karena Agam diposisikan sebagai representasi nasional dalam percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara serentak di 19 provinsi di Indonesia, dengan titik utama dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya.
Penetapan ini sekaligus menunjukkan peran strategis Agam dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr Tedy Dirhamsyah, turun langsung meninjau kesiapan lokasi utama pada Selasa (28/4/2026).
Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa pemilihan Kabupaten Agam didasarkan pada kinerja daerah dalam merespons dampak bencana.
“Sebagai salah satu daerah terdampak cukup parah di Sumatera Barat, Agam mampu bergerak cepat, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan sektor pertanian,” ujarnya dilansir laman Pemkab Agam, Rabu (29/4/2026).
Menurut Tedy, gerakan tanam serentak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian untuk mempercepat rehabilitasi lahan pertanian. Pemerintah menargetkan masa tanam dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan.
Target tersebut dinilai krusial mengingat potensi ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Juli mendatang. Oleh karena itu, petani didorong segera kembali berproduksi guna menjaga stabilitas pangan nasional.
Untuk mendukung percepatan tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Di antaranya pengerahan alat berat seperti ekskavator dan traktor untuk mempercepat pengolahan lahan, serta distribusi benih kepada petani secara bertahap.
Secara nasional, program ini menargetkan penanaman di lahan seluas 50.000 hektar. Area yang menjadi sasaran mencakup lahan terdampak bencana, optimalisasi lahan, hingga program cetak sawah rakyat.
Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerahnya. Ia menyebut penunjukan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pihak di daerah.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Pertanian. Setelah dilakukan peninjauan, kita semakin percaya diri bahwa Agam layak untuk ditampilkan. Di lapangan sudah terlihat progres, ada yang sudah ditanam, semai benih, dan pengolahan tanah,” ujarnya.
Benni juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam optimistis target yang telah disepakati dapat tercapai sesuai jadwal.
“Target kita akhir Mei sudah selesai, sesuai dengan komitmen bersama Menteri Pertanian,” tegasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan di sejumlah lokasi sampel seperti Koto Kaciak, Bayur, dan Sungai Batang, aktivitas pertanian dinilai sudah berjalan merata. Petani di berbagai wilayah telah melakukan tahapan mulai dari pengolahan lahan, penyemaian benih, hingga proses penanaman.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengingatkan pentingnya dukungan infrastruktur, khususnya sistem irigasi. Hal ini dinilai menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan musim tanam.
“Kita terus dorong perbaikan irigasi, agar distribusi air ke lahan pertanian lancar. Ini penting untuk memastikan hasil tanam optimal,” ujarnya.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, Kabupaten Agam diharapkan mampu menjadi contoh nasional dalam percepatan pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan iklim global. (*)















