Sumbardaily.com, Padang - Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Palembang, Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Sabtu (28/6/2025) siang.
Sebanyak lima bangunan, termasuk rumah petak, rumah makan, dan toko grosir, hangus dilalap api. Seorang warga mengalami luka bakar, dan kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 14.35 WIB. Saksi mata melaporkan melihat asap dan api berasal dari salah satu kamar bangunan.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menerima laporan pada pukul 14.35 WIB dan langsung mengerahkan armada dua menit kemudian.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.42 WIB dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 15.30 WIB.
Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) dan Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi menyebutkan, pihaknya menurunkan lima unit armada, yang terdiri dari empat unit Damkar Kota Padang dan satu unit dari Pelindo.
Sebanyak 65 personel gabungan dari Damkar, Polri, TNI AL, PLN, dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Lubeg turut dilibatkan dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk dengan arus lalu lintas yang padat. Hal ini sempat mempersulit pergerakan armada menuju titik api,” kata Rinaldi.
Api membakar habis lima bangunan, terdiri dari satu rumah makan (Ampera), satu toko grosir, dan tiga petak rumah.
Selain itu, satu rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 x 20 meter persegi.
Potensi dampak dari kebakaran ini juga cukup besar, dengan area terancam meluas hingga 25 x 20 meter persegi yang mencakup empat petak rumah tambahan, dihuni oleh sekitar 12 kepala keluarga atau 50 jiwa.
Satu orang bernama Elson (60), pemilik toko grosir dan rumah makan, mengalami luka bakar dalam insiden ini. Bangunan miliknya termasuk yang paling parah terdampak.
Selain Elson, satu unit rumah makan di lokasi tersebut dikontrak oleh seorang pedagang bernama Al Odang (65).
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun, berdasarkan keterangan saksi mata, asap dan api terlihat muncul dari salah satu kamar sebelum akhirnya membesar.
Dua saksi, Rafki (48) dan Yuhendra (48), menjadi pihak pertama yang melaporkan kejadian kepada petugas Damkar.
Total nilai aset yang berhasil diselamatkan dalam peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian material dan dampak sosial dari kebakaran ini cukup besar mengingat jumlah warga yang terdampak dan potensi meluasnya kebakaran jika tidak cepat ditangani.
Dinas Damkar Kota Padang mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
Layanan masyarakat tetap dapat menghubungi call center Padang Sigap 112 atau Mako Damkar 113 untuk penanganan darurat. (red)
















