Karhutla Meluas! Sumbar Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca, Ini Targetnya

Karhutla Meluas! Sumbar Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca, Ini Targetnya

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumbar (Foto: Dok Istimewa)

Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mulai menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah. Operasi yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar ini difokuskan pada daerah dengan kondisi paling parah, yakni Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Rudy Rinaldy menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut dari kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menanggulangi kebakaran yang melanda selama musim kemarau tahun ini.

“Jika tidak ada kendala, besok (hari ini) operasi akan dilaksanakan karena bibit-bibit awan hujan sudah mulai muncul di wilayah Limapuluh Kota. Bila bibit serupa terdeteksi di Solok, penyemaian juga akan dilakukan di sana,” ujar Rudy usai Rapat Koordinasi OMC di Kantor BPBD Sumbar, Kamis (24/7/2025).

Berdasarkan data BPBD, hingga saat ini telah dilaporkan kebakaran hutan dan lahan di tujuh kabupaten dan kota. Total lahan terdampak hampir mencapai 500 hektar, dengan kondisi terparah berada di Kabupaten Solok dan Limapuluh Kota. Untuk wilayah terdampak tersebut, BPBD juga mengerahkan armada pengangkut air serta seluruh personel gabungan guna mempercepat pemadaman di lapangan.

“Semua tim telah bekerja keras di lapangan. Semoga dengan OMC ini upaya kita makin efektif dan kebakaran segera terkendali,” lanjut Rudy.

Dua daerah tersebut bahkan telah menetapkan status Tanggap Darurat (TD) karhutla, mengingat tak ada hujan yang turun selama lebih dari dua bulan. Kondisi ini diperparah dengan prediksi puncak musim kemarau yang masih akan berlangsung hingga September mendatang.

Kepala BMKG Stasiun Bandara Internasional Minangkabau, Desindra Deddy Kuniawan, menjelaskan bahwa modifikasi cuaca penting dilakukan untuk merangsang hujan di tengah kekeringan ekstrem. “Puncak musim kering terjadi pada Juli hingga awal September. Ini membuat kondisi sangat mudah terbakar. Karena itu, OMC menjadi solusi jangka pendek paling realistis,” ujar Desindra.

Menurutnya, dua wilayah yang sudah menetapkan status tanggap darurat membutuhkan perhatian lebih. OMC akan dilakukan secara intensif, dengan mengandalkan data pergerakan awan dari BMKG dan titik panas dari satelit untuk memaksimalkan penyemaian.

Koordinator Lapangan OMC Sumbar, Candra Fadilah, menjelaskan bahwa operasi penyemaian akan dimulai Jumat (25/7/2025) di Kabupaten Limapuluh Kota dan berlangsung hingga 29 Juli mendatang. Dalam sehari, operasi dilakukan tiga kali penerbangan—mulai pukul 09.00 hingga 18.00.

“Dalam satu kali penerbangan, kami menyemai sekitar satu ton garam. Jadi, total tiga ton per hari. Garam disemai ke bibit awan yang potensial memicu hujan,” kata Candra.

Ia menjelaskan, dari hasil kajian BMKG, modifikasi cuaca dapat meningkatkan peluang hujan sebesar 20 persen hingga 30 persen. Tingkat keberhasilan OMC, berdasarkan pengalaman dan penelitian sebelumnya, dapat mencapai 70 persen hingga 80 persen dari delapan hingga sepuluh kali penyemaian.

“Kami akan memaksimalkan operasi dengan melihat potensi awan secara cermat. Jika dalam lima hari hasilnya belum optimal, maka tidak menutup kemungkinan operasi ini akan diperpanjang,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi laju penyebaran api, mencegah kerusakan hutan yang lebih luas, serta meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian di Sumbar. (red)

Baca Juga

Kualitas Udara Padang Memburuk Diduga Terpengaruh Asap Karhutla, Kelompok Rentan Diminta Waspada
Kualitas Udara Padang Memburuk Diduga Terpengaruh Asap Karhutla, Kelompok Rentan Diminta Waspada
Ancaman Tsunami Masih Jadi Perhatian, BPBD Sumbar Rancang Simulasi Besar di Pariaman
Ancaman Tsunami Masih Jadi Perhatian, BPBD Sumbar Rancang Simulasi Besar di Pariaman
Pemprov Sumbar Kebut Rekonstruksi Pascabencana, 10 Paket Proyek Sudah Berkontrak
Pemprov Sumbar Kebut Rekonstruksi Pascabencana, 10 Paket Proyek Sudah Berkontrak
Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif
Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif
Risiko Bencana Tinggi, Pemprov Sumbar Minta Daerah Percepat Penataan Kelembagaan BPBD
Risiko Bencana Tinggi, Pemprov Sumbar Minta Daerah Percepat Penataan Kelembagaan BPBD
Karhutla Jadi Ancaman Serius, BPBD Pesisir Selatan Fokus Pengawasan Wilayah Rawan
Karhutla Jadi Ancaman Serius, BPBD Pesisir Selatan Fokus Pengawasan Wilayah Rawan