Sumbardaily.com, Padang Panjang – Memasuki awal tahun 2025, Kota Padang Panjang menghadapi tantangan ekonomi berupa ketidakstabilan harga komoditas pangan.
Fenomena ini terungkap dalam Rapat Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan secara virtual di Ruang VIP Lantai II Balai Kota, dengan kehadiran Forkopimda dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Dalam rapat yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, terungkap bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Padang Panjang mencapai angka 5,35.
Angka ini mengindikasikan fluktuasi yang cukup signifikan pada harga komoditas pangan di wilayah tersebut.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Winarno mengungkapkan bahwa lonjakan harga terutama terjadi pada komoditas cabai merah.
"Fenomena ini dipicu oleh menurunnya pasokan, sementara permintaan konsumen tetap tinggi. Faktor curah hujan yang intens ditambah dengan berakhirnya masa panen berkontribusi pada ketidakseimbangan antara supply dan demand," jelasnya.
Dari pemantauan terhadap 14 komoditas utama, delapan di antaranya mengalami tren kenaikan harga.
Komoditas yang mengalami peningkatan meliputi gula pasir yang kini dipatok Rp19.000 per kilogram, daging ayam broiler mencapai Rp32.334 per kilogram, dan cabai hijau Rp47.667 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada harga cabai rawit yang mencapai Rp57.834 per kilogram.
Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah bawang merah dengan harga Rp45.500 per kilogram, bawang putih Rp41.650 per kilogram, susu bubuk Indomilk kemasan 400 gram Rp45.000 per kotak, dan kacang kedelai Rp10.500 per kilogram.
Di sisi lain, enam komoditas mengalami penurunan harga. Telur ayam ras kini dibanderol Rp29.867 per kilogram, telur itik Rp34.000 per kilogram, dan cabai merah Rp54.984 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada bawang daun yang kini Rp7.000 per kilogram, terong Rp10.000 per kilogram, dan seledri Rp15.000 per kilogram.
Situasi ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks pasca periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), di mana beberapa komoditas mengalami tekanan harga yang berbeda-beda.
TPID Padang Panjang terus memantau perkembangan harga untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan di wilayahnya. (red)
















