Sumbardaily.com, Padang Panjang – Upaya sistematis untuk meningkatkan minat baca siswa kembali menunjukkan inovasi menarik. SDIT Mhd Syarif di Padang Panjang berhasil menghadirkan konsep sudut baca interaktif yang tidak sekadar mengubah ruang, melainkan mentransformasi pengalaman literasi anak didiknya.
Melalui kolaborasi erat antara pihak sekolah dan wali murid, lembaga pendidikan ini berhasil merancang ruang baca yang lebih dari sekadar tempat membaca.
Sudut baca baru tersebut dirancang secara seksama untuk memotivasi siswa, khususnya siswa kelas rendah, agar lebih tertarik pada dunia literasi.
Kepala SDIT Mhd Syarif, Sasmaini Syarif, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya membangkitkan gairah membaca sejak dini.
"Kami tidak sekadar ingin menyediakan buku, tetapi menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan bermakna," ungkapnya, Jumat (7/2/2025).
Konsep interaktif yang ditawarkan tidak sekadar retorika. Di setiap kelas, sudut baca dilengkapi dengan permainan edukatif seperti ular tangga yang dirancang untuk menguji pengetahuan siswa.
Setiap tantangan dalam permainan tersebut dikaitkan dengan kegiatan membaca, menciptakan ekosistem belajar yang inovatif.
Wali Kelas I B, Rina Andriani, mengungkapkan pendekatan khusus dalam mengimplementasikan program ini. Setiap hari, siswa dialokasikan waktu 15 menit khusus untuk membaca di sudut baca.
Tidak berhenti pada kegiatan membaca, setiap siswa kemudian diminta menceritakan kembali apa yang mereka baca, yang bertujuan melatih kemampuan berbicara dan bercerita.
Antusiasme terlihat nyata pada diri siswa, seperti disampaikan Qeela, siswi kelas I, yang dengan semangat menceritakan pengalamannya.
"Senang sekali setiap ke sekolah. Bisa baca buku cerita yang menarik dan bermain ular tangga dengan teman-teman," tuturnya.
Para wali murid pun tidak sekadar menjadi penonton. Mereka secara sukarela menyumbangkan dana dan buku, serta terlibat aktif dalam pembaruan sudut baca.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan literasi membutuhkan ekosistem yang mendukung, bukan sekadar tanggung jawab sekolah.
Keberhasilan inisiatif ini membuktikan bahwa dengan pendekatan kreatif dan kolaboratif, minat baca dapat ditingkatkan. SDIT Mhd Syarif tidak sekadar mengajarkan membaca, melainkan menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan dan bermakna bagi para siswanya. (red)
















