Pengoperasian kembali lintas Sawahlunto-Muara Kalaban merupakan salah satu bentuk kontribusi PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendorong perokonomian dan pariwisata di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar).
Hal itu dikatakan Vice President PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumbar Mohamad Arie Fathurrochman.
Menurut Arie, tidak hanya KAI, tiga badan usaha milik negara (BUMN) juga turut berkontribusi. Yaitu PT Bio Farma (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Semen Indonesia Grup (SIG) (Persero) Tbk.
Selain Mak Itam atau lokomotif Uap E1060, PT KAI Divre II Sumbar juga mendatangkan lokomotif Diesel BB 3037804 dari Padang.
Baca Juga:
Jumlah Penumpang Kereta Api di Sumbar Meningkat 50%
Hal ini sebagai sarana pembantu apabila Mak Itam mengalami gangguan atau sedang melakukan perawatan.
“Sementara kereta I20301 merupakan kereta klasik dengan dinding kayu, yang digunakan untuk menambah nuansa heritage pada kereta api wisata tersebut,” ujar Arie dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).
Dengan beroperasinya kereta api wisata Mak Itam, lanjut Arie, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Sawahlunto.
“Selain itu memberikan manfaat kepada masyarakat Sawahlunto khususnya, dan Sumbar pada umumnya,” ujar Arie. (ik)
















