Sumbardaily.com, Padang – Jalan Tol Padang-Sicincin telah membuktikan perannya sebagai infrastruktur strategis di Sumatera Barat (Sumbar) dengan mencatatkan angka trafik yang mengesankan selama periode mudik Lebaran 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 105.691 kendaraan telah memanfaatkan ruas tol pertama di provinsi tersebut, menjadikannya sebagai ruas tol fungsional dengan tingkat penggunaan tertinggi dibandingkan ruas-ruas lainnya.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap keberadaan infrastruktur jalan tol pertama di Ranah Minang sebagai jalur alternatif yang efisien dan efektif.
"Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap Jalan Tol Padang-Sicincin. Seluruh catatan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) telah selesai sesuai rekomendasi Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri dengan verifikasi menyeluruh untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan," ungkap Adjib dalam keterangan resminya, Kamis (17/4/2025).
Data penggunaan jalan tol selama periode mudik Lebaran 2025 menunjukkan bahwa Tol Padang-Sicincin berhasil mengungguli ruas tol fungsional lainnya seperti Jalan Tol Palembang-Betung Seksi II dan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi I.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi operasional yang diterapkan oleh Hutama Karya, termasuk penambahan jumlah gardu tol, pengoperasian mobile reader, serta penyediaan fasilitas top-up di titik-titik strategis untuk memudahkan pengguna jalan.
Pengujian Standar Operasional Terpenuhi
Proses pengujian kelayakan Jalan Tol Padang-Sicincin telah dilaksanakan secara komprehensif pada tanggal 21-23 Januari 2025. ULFO tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Sub Tim 1 Bidang Pemeriksaan Teknis dan Pengoperasian serta Sub Tim 2 Bidang Pemeriksaan Administratif.
Dalam pelaksanaan ULFO, berbagai aspek teknis telah diuji secara menyeluruh, meliputi seluruh standar spesifikasi teknis jalan tol, kelengkapan fasilitas jalan, marka dan rambu, ketersediaan pagar pengaman, sistem penerangan, infrastruktur drainase, serta fasilitas pendukung keselamatan lalu lintas.
Selain itu, kesiapan fasilitas operasional seperti gardu tol, sistem pembayaran elektronik, dan rest area tipe A yang berlokasi di Kilometer 23 juga menjadi fokus evaluasi dalam proses pengujian tersebut.
"Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) saat ini dalam proses penandatanganan dan diharapkan terbit April ini sehingga tol dapat dioperasikan secara penuh. Koordinasi aktif terus dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk kelancaran pengoperasian resmi," jelas Adjib menambahkan.
Pengembangan Fasilitas Pendukung
Selain mempersiapkan pengoperasian resmi jalan tol, Hutama Karya juga telah menindaklanjuti rencana pembangunan SPBU di area dekat gerbang Jalan Tol Padang-Sicincin.
Dalam menanggapi rencana tersebut, perusahaan telah menyiapkan solusi teknis yang memastikan bahwa keberadaan SPBU tidak akan mengganggu arus lalu lintas dan operasional jalan tol, dengan tetap memprioritaskan standar keselamatan pengguna jalan.
Melalui pernyataannya, Hutama Karya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah memanfaatkan jalan tol ini selama masa fungsional.
Perusahaan meyakini bahwa kehadiran Jalan Tol Padang-Sicincin akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi regional, kelancaran arus transportasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sumatera Barat.
Dengan pencapaian trafik tertinggi selama periode mudik Lebaran 2025, Jalan Tol Padang-Sicincin membuktikan perannya sebagai katalisator dalam mendukung konektivitas dan mobilitas yang lebih efisien di wilayah Sumbar.
Keberhasilan ini juga menjadi indikator positif bagi pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah tersebut di masa mendatang.
Sebagai informasi, Jalan Tol Padang-Sicincin merupakan bagian dari rencana pengembangan jaringan jalan tol Trans Sumatera yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Pulau Sumatera.
Dengan panjang sekitar 36 kilometer, jalan tol ini menghubungkan Kota Padang dengan kawasan Sicincin di Kabupaten Padang Pariaman. (red)














