Sumbardaily, Padang – Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan serangkaian kejadian yang mengganggu infrastruktur transportasi di Kota Padang.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Panorama 1, Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, pada Rabu (5/3/2025).
Intensitas hujan yang berlangsung sejak siang hingga malam hari berkisar dari sedang hingga tinggi, disertai hembusan angin kencang.
Dampak cuaca ekstrem tersebut menghasilkan gangguan signifikan pada mobilitas masyarakat setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Al Banna, merinci kronologi peristiwa yang dilaporkan pertama kali ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Padang sekitar pukul 18.45 WIB, bertepatan dengan waktu berbuka puasa.
Menurut keterangan resmi, kejadian bermula dari tumbangnya pohon besar akibat kombinasi hujan lebat dan angin kencang.
Pohon yang tumbang membawa serta material tanah dan batu, mengakibatkan longsor yang secara langsung menghalangi akses jalan utama Padang-Solok.
Merespons situasi darurat, pihak BPBD segera mengambil langkah antisipasi. Mereka telah mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Barat untuk menurunkan alat berat di lokasi kejadian.
"Proses pembersihan dan penanganan sedang berlangsung untuk memulihkan aksesibilitas jalan," ujar Al Banna.
Skala bencana tidak hanya terbatas pada satu lokasi. Tercatat sebanyak 22 titik lokasi di Kota Padang mengalami kejadian pohon tumbang. Dari total kejadian tersebut, BPBD Kota Padang telah berhasil menangani 13 titik, sementara 9 titik lainnya masih dalam proses penanganan.
Kondisi lalu lintas saat ini masih terhambat, dengan badan jalan Padang-Solok terputus akibat longsor dan tumbangnya pohon.
Alat berat tengah dalam perjalanan menuju titik kejadian untuk melakukan evakuasi dan pembersihan.
Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan senantiasa mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca dan infrastruktur jalan.
Diharapkan proses pembersihan dan perbaikan dapat segera diselesaikan untuk mengembalikan mobilitas normal warga.
Situasi terakhir menunjukkan upaya penanganan yang intensif dari berbagai pihak terkait untuk meminimalkan dampak bencana alam yang terjadi.(red)
















