Sumbardaily.com, Padang Panjang – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Padang Panjang mengalami kenaikan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Komoditas seperti cabai hijau, cabai rawit, dan bawang merah menjadi yang paling mencolok mengalami lonjakan harga.
Analis Perekonomian Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko, menyampaikan bahwa kenaikan harga tersebut terpantau melalui survei mingguan yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Dinas Pangan dan Pertanian bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM.
"Cabai hijau naik sebesar Rp666 dari harga sebelumnya Rp30.667 menjadi Rp31.333 per kilogram. Cabai rawit juga naik cukup tajam, yaitu Rp2.334 dari Rp24.500 menjadi Rp26.834 per kilogram," papar Chandra pada Minggu (29/6/2025).
Selain itu, harga bawang merah turut meningkat sebesar Rp1.650 per kilogram, dari sebelumnya Rp38.667 menjadi Rp40.317. Tidak hanya itu, dua komoditas sayuran lainnya juga mengalami lonjakan yang cukup drastis. Harga bawang daun naik Rp6.000 menjadi Rp22.000 per kilogram dari Rp16.000 per kilogram sebelumnya, sedangkan seledri melonjak Rp9.300 dari Rp28.000 menjadi Rp37.300 per kilogram.
Meski terdapat kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas utama, menurut Chandra, hal ini belum mempengaruhi daya beli masyarakat secara signifikan. "Kondisi ini masih dalam batas wajar, dan pasar tetap ramai oleh konsumen," ujarnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga yang cukup berarti. Bawang bombai turun Rp2.000 dari Rp34.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Sementara harga bawang putih juga melemah Rp1.350, dari Rp34.517 menjadi Rp33.167 per kilogram.
Tujuh komoditas lainnya pun mengalami penurunan harga, di antaranya gula pasir yang turun Rp217 dari Rp18.734 menjadi Rp18.517 per kilogram, serta daging ayam broiler yang turun Rp167 dari Rp29.834 menjadi Rp29.667 per kilogram. Cabai merah mengalami penurunan sebesar Rp667 dari Rp29.334 menjadi Rp28.667per kilogram.
Penurunan harga juga terlihat pada komoditas sayuran seperti terong, yang turun Rp700 dari Rp12.000 menjadi Rp11.300 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan premium turun Rp334 dari Rp22.667 menjadi Rp22.333 per kilogram. Minyak goreng curah pun mengalami penurunan Rp333 menjadi Rp18.667 per kilogram. Pisang lokal juga turun Rp2.000 dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
Sementara itu, beberapa harga bahan pokok lainnya tercatat relatif stabil. Beras kualitas I tetap di angka Rp15.750 per kilogram, kualitas II Rp14.750 per kilogram, dan kualitas III Rp14.000 per kilogram. Tepung terigu merek segitiga biru juga tidak mengalami perubahan, masih pada harga Rp13.000 per kilogram. Harga daging sapi bertahan di angka Rp141.667 per kilogram.
Daging ayam kampung besar, sedang, dan kecil masing-masing berada di kisaran Rp90.000 per kilogram, Rp80.000 per kilogram, dan Rp70.000 per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp27.500 per kilogram, dan telur ayam kampung mencapai Rp52.133 per kilogram. Kacang hijau dipasarkan seharga Rp25.333 per kilogram, kacang tanah Rp28.000 per kilogram, serta minyak goreng kemasan sederhana Rp17.000 per liter.
Seluruh data harga tersebut diperoleh dari survei resmi yang dilakukan pemerintah daerah melalui situs https://info-pangan.padangpanjang.go.id, sebagai upaya untuk memantau fluktuasi harga dan menjaga keterjangkauan bahan pokok di masyarakat. (red)















