Gunung Marapi Siaga: Pemkab Tanah Datar Perketat Pengawasan Radius 4,5 KM

Gunung Marapi Siaga: Pemkab Tanah Datar Perketat Pengawasan Radius 4,5 KM

Peta rekomendasi Gunung Marapi Level III Siaga (Foto: Dok PVMBG)

Sumbardaily.com, Tanah Datar – Peningkatan status Gunung Marapi ke Level III (Siaga) memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar.

Dalam upaya mengantisipasi potensi bencana, pemerintah daerah tersebut menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Indojolito Batusangkar, Sabtu (9/11/2024).

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tanah Datar, Arry Yuswandi, menekankan larangan keras bagi masyarakat untuk mendekati area dalam radius 4,5 kilometer dari puncak kawah Gunung Marapi.

Penetapan jarak aman ini mengacu pada rekomendasi PVMBG seiring dengan peningkatan status gunung api tersebut.

"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk tidak berada di zona berbahaya tersebut dengan alasan apapun. Kita tidak ingin kejadian serupa seperti di Gunung Lewotobi laki-laki terulang di Tanah Datar dan sekitar Gunung Marapi," tegas Arry Yuswandi dalam rapat koordinasi tersebut.

Meskipun data pemetaan menunjukkan bahwa pemukiman terdekat berada di wilayah Koto Baru, Kecamatan X Koto, yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari kawah, pemerintah daerah tetap mengintensifkan langkah-langkah pencegahan.

Arry menekankan pentingnya tindakan preventif untuk menghindari keterlambatan penanganan saat terjadi erupsi.

"Kita tidak ingin terjadi kepanikan mendadak ketika erupsi sudah terjadi. Tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan harus dimulai dari sekarang," jelasnya.

Dalam upaya memperkuat sistem peringatan dini, Arry menginstruksikan seluruh pemerintah nagari untuk proaktif menyebarluaskan informasi terkini kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Perhatian khusus juga diberikan kepada penduduk yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi, terutama mengingat potensi bahaya yang meningkat selama musim hujan.

Sementara itu, Widyaiswara Ahli Utama BNPB, Harmensyah menyampaikan arahan dari Kepala BNPB yang menekankan pentingnya penanganan erupsi Gunung Marapi melalui struktur komando yang terorganisir dengan baik.

Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan masyarakat dan meminimalisir dampak yang mungkin timbul dari aktivitas vulkanik Gunung Marapi.

Pemkab Tanah Datar terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan penanganan yang optimal.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama. (red)

Baca Juga

Tim SAR Maksimalkan Operasi, 33 Korban Banjir Bandang Padang Panjang Belum Ditemukan
Tim SAR Maksimalkan Operasi, 33 Korban Banjir Bandang Padang Panjang Belum Ditemukan
Tim SAR Maksimalkan Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Padang Panjang
Tim SAR Maksimalkan Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Padang Panjang
19 Warga Masih Hilang, Status Tanggap Darurat Padang Panjang Diperpanjang
19 Warga Masih Hilang, Status Tanggap Darurat Padang Panjang Diperpanjang
Tanah Datar Dukung Kelanjutan Tol Padang–Pekanbaru, Siap Jadi Jalur Alternatif
Tanah Datar Dukung Kelanjutan Tol Padang–Pekanbaru, Siap Jadi Jalur Alternatif
16 Tahun Gempa Sumbar 2009: BNPB Tegaskan Mitigasi Harus Berbasis Riset
16 Tahun Gempa Sumbar 2009: BNPB Tegaskan Mitigasi Harus Berbasis Riset
Gunung Marapi Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter
Gunung Marapi Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter