Sumbardaily.com, Padang – Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (8/9/2025) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi pukul 09.06 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau berada di ketinggian 3.891 meter dari permukaan laut.
Laporan PVMBG menyebutkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu pekat dengan intensitas tebal, condong ke arah timur. Aktivitas ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter serta berdurasi kurang lebih 51 detik. Status Gunung Marapi hingga saat ini tetap berada pada Level II atau Waspada.
Rekomendasi dan Imbauan
PVMBG memberikan sejumlah arahan untuk masyarakat dan pemerintah daerah. Pendaki, wisatawan, maupun warga sekitar diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, yang menjadi pusat erupsi. Warga yang bermukim di bantaran sungai berhulu di puncak Marapi juga diingatkan agar tetap waspada terhadap potensi banjir lahar, terlebih di musim penghujan.
Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diminta menggunakan masker untuk melindungi pernapasan dan mencegah risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, masyarakat diminta menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah.
Peran Pemerintah Daerah
PVMBG juga menekankan pentingnya koordinasi rutin antara pemerintah daerah yang berada di sekitar kawasan Marapi, yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam. Koordinasi dilakukan bersama Pos Pengamatan Gunungapi Marapi di Bukittinggi maupun PVMBG di Bandung guna memastikan informasi terkait aktivitas gunung dapat tersampaikan dengan tepat.
Kanal Informasi Resmi
Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada kanal resmi untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunung Marapi. Informasi dapat diakses melalui laman magma.esdm.go.id, geologi.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia di Google Playstore, serta akun media sosial resmi PVMBG di Facebook, Twitter, dan Instagram (@pvmbg_).
PVMBG menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat dan kepatuhan terhadap rekomendasi menjadi kunci utama untuk menekan risiko bencana di kawasan rawan erupsi Gunung Marapi. (ik)
















