Sumbardaily.com – Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Senin pagi (9/3/2026), gunung api aktif tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan kolom abu yang menjulang tinggi hingga ribuan meter di atas puncaknya.
Informasi tersebut disampaikan oleh petugas pemantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Ahmad Rifandi, yang mengonfirmasi bahwa letusan terjadi pada pukul 08.46 WIB.
Menurutnya, berdasarkan hasil pengamatan visual, kolom abu yang dihasilkan dari erupsi tersebut terlihat cukup tinggi dari puncak gunung.
“Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, dari pengamatan visual maupun instrumental, abu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Marapi tampak berwarna kelabu dengan intensitas yang cukup tebal. Kondisi tersebut menandakan aktivitas erupsi yang terjadi cukup signifikan pada pagi hari.
Selain itu, arah pergerakan abu vulkanik juga terpantau bergerak menjauhi puncak gunung menuju wilayah tertentu. “Untuk sebaran abu vulkanik terpantau condong bergerak ke arah timur,” jelasnya.
Data dari alat pemantau aktivitas gunung api juga menunjukkan adanya getaran yang terekam selama erupsi berlangsung. Berdasarkan data seismogram, aktivitas letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi gempa erupsi sekitar 33 detik.
Meski aktivitas vulkanik kembali meningkat, hingga saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
PVMBG Keluarkan Rekomendasi Keselamatan
Menanggapi aktivitas erupsi tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Marapi.
Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek. Area tersebut merupakan zona yang dianggap paling berpotensi terdampak langsung oleh aktivitas vulkanik.
Selain itu, warga yang tinggal di wilayah lembah atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir lahar dingin.
Risiko tersebut dapat meningkat apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak gunung.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu vulkanik. Warga disarankan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain kepada masyarakat, PVMBG juga meminta pemerintah daerah di wilayah sekitar Gunung Marapi untuk terus memperkuat koordinasi dengan petugas pemantau gunung api.
Empat daerah yang diminta untuk meningkatkan koordinasi tersebut yakni Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam. Seluruh wilayah tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan Gunung Marapi dan berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.
Pihak PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun otoritas terkait.
Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Marapi, masyarakat dapat memantau perkembangan melalui website Magma Indonesia maupun kanal resmi milik Badan Geologi. (*)















