Sumbardaily.com, Padang - Warga di sejumlah kawasan pesisir Sumatera Barat (Sumbar) kembali diingatkan mengenai aktivitas kegempaan pasca gempa tektonik bermagnitudo 4,4 mengguncang wilayah Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pada Jumat (21/11/2025) siang.
Meski gempa tidak menimbulkan kerusakan dan tidak berpotensi tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tetap waspada dan mengutamakan informasi resmi.
Berdasarkan laporan BMKG, gempa terjadi pukul 12.15.59 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada titik koordinat 2,09° LS dan 100,6° BT, atau sekitar 37 kilometer barat daya Air Haji, Pesisir Selatan. Gempa terjadi pada kedalaman 25 kilometer, yang dikategorikan sebagai gempa dangkal.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menyampaikan bahwa mekanisme gempa dipicu aktivitas Sesar Mentawai.
Zona ini diketahui sebagai salah satu sumber kegempaan aktif di kawasan Sumatera yang kerap memicu guncangan dengan intensitas beragam.
“Melihat lokasi pusat gempa dan kedalamannya, gempa ini berasal dari aktivitas Sesar Mentawai. Meskipun dirasakan cukup kuat, gempa ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.
Dari hasil pemodelan intensitas getaran, gempa dirasakan cukup signifikan di beberapa wilayah.
Warga di Pesisir Selatan melaporkan guncangan dengan skala III hingga IV MMI, yang menggambarkan getaran terasa jelas di dalam rumah dan membuat pintu serta jendela bergetar.
Guncangan juga dirasakan di Tua Pejat, Solok Selatan, Sungai Penuh Jambi serta Muko-muko Bengkulu dengan intensitas II hingga III MMI, di mana benda-benda ringan tampak berayun.
Hingga saat laporan ini diterbitkan, BMKG belum menerima laporan kerusakan maupun dampak signifikan akibat gempa tersebut. Monitoring BMKG juga tidak mencatat adanya aktivitas gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terpengaruh informasi tidak valid yang beredar di media sosial, terutama terkait isu potensi gempa susulan besar atau tsunami.
“Masyarakat sebaiknya memastikan keamanan struktur bangunan sebelum kembali ke dalam rumah, terutama jika terdapat kerusakan atau retakan pada dinding,” kata Suaidi.
Ia menegaskan bahwa informasi resmi mengenai gempa bumi hanya dikeluarkan melalui kanal resmi BMKG seperti aplikasi InfoBMKG, WRS-BMKG, website resmi, serta akun terverifikasi di Instagram, Twitter, dan Telegram. (adl)
















