Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,75 Persen, Bank Nagari Siapkan Pembiayaan Rp209 Miliar

Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,75 Persen, Bank Nagari Siapkan Pembiayaan Rp209 Miliar

Progres Flyover Sitinjau Lauik mencapai 17,11 persen hingga 25 April 2026, girder pertama berhasil dipasang. (Foto: Hutama Karya)

Sumbardaily.com – Flyover Panorama I Sitinjau Lauik yang dibangun untuk meningkatkan keselamatan di jalur rawan kecelakaan Padang-Solok terus menunjukkan progres positif. Hingga 25 Mei 2026, pembangunan proyek strategis di Sumatera Barat (Sumbar) itu telah mencapai 18,75 persen dan didukung pembiayaan sindikasi, termasuk komitmen dana Rp209 miliar dari Bank Nagari sebagai satu-satunya bank pembangunan daerah (BPD) yang terlibat dalam konsorsium.

Proyek Flyover Panorama Sitinjau Lauik menjadi salah satu pembangunan infrastruktur yang mendapat perhatian besar karena perannya dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas di salah satu ruas jalan paling menantang di Sumbar. Jalur Padang-Solok selama ini dikenal memiliki tanjakan curam dan tikungan tajam yang kerap menjadi titik rawan kecelakaan.

Selain meningkatkan aspek keselamatan, keberadaan flyover tersebut juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Koridor Padang-Solok merupakan jalur vital yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok dan kawasan tengah Sumbar.

Dalam mendukung pembangunan infrastruktur tersebut, PT Bank Nagari mengambil bagian melalui skema kredit dan pembiayaan sindikasi dengan total komitmen mencapai Rp209 miliar. Keterlibatan Bank Nagari menjadi perhatian tersendiri karena bank daerah itu menjadi satu-satunya BPD yang bergabung bersama sejumlah bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam pembiayaan proyek tersebut.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, mengatakan posisi Bank Nagari dalam konsorsium pembiayaan Flyover Panorama Sitinjau Lauik merupakan sebuah kebanggaan bagi perusahaan.

Pasalnya, dari lima bank yang terlibat dalam pembiayaan proyek tersebut, hanya Bank Nagari yang berasal dari kelompok BPD. Sementara bank lainnya merupakan anggota Himbara.

“Dari lima bank yang ikut pembiayaan flyover, hanya Bank Nagari satu-satunya BPD. Sisanya adalah bank Himbara, ini sungguh suatu kebanggaan bagi kita,” kata Hafid Dauli, dikutip Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, total komitmen pembiayaan Bank Nagari terdiri atas kredit konvensional sebesar Rp100 miliar dan pembiayaan syariah sekitar Rp109 miliar. Dengan demikian, total dukungan pendanaan yang disiapkan mencapai Rp209 miliar.

Meski nilai komitmen pembiayaan cukup besar, realisasi penyaluran dana hingga Mei 2026 baru mencapai sekitar Rp20 miliar. Hafid menjelaskan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan proyek dan perkembangan pekerjaan konstruksi yang berlangsung di lapangan.

Menurutnya, keterlibatan Bank Nagari dalam pembiayaan Flyover Panorama Sitinjau Lauik merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan infrastruktur strategis yang diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Sumatera Barat.

Keberadaan flyover tersebut dinilai tidak hanya akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan konektivitas dan kelancaran arus barang maupun jasa.

Flyover Panorama I Sitinjau Lauik sendiri merupakan proyek yang dikelola oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL). Proyek ini dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan standar keselamatan pada ruas jalan yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.

Dengan kondisi geografis yang menantang, jalur Sitinjau Lauik menjadi salah satu akses transportasi terpenting di Sumbar. Karena itu, pembangunan infrastruktur baru dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat jaringan transportasi regional.

Pendanaan proyek dilakukan melalui skema kredit sindikasi yang melibatkan sejumlah lembaga keuangan nasional. Dalam konsorsium tersebut, Bank Nagari bergabung bersama beberapa bank besar nasional untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan.

Partisipasi Bank Nagari dalam proyek ini sekaligus menunjukkan bahwa bank daerah memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam proyek-proyek infrastruktur berskala besar bersama perbankan nasional. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bukti kemampuan BPD dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembiayaan strategis.

Sementara itu, perkembangan pembangunan Flyover Panorama Sitinjau Lauik terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan pemaparan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik kepada rombongan Kementerian PPN/Bappenas pada awal Juni 2026, progres fisik proyek hingga 25 Mei 2026 telah mencapai 18,75 persen.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa proses konstruksi berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Dukungan pembiayaan yang terus mengalir dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.

Tidak hanya progres fisik yang menunjukkan perkembangan signifikan, proyek ini juga telah menyelesaikan seluruh proses pengadaan lahan. Pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik tercatat telah mencapai 100 persen.

Rampungnya proses pengadaan lahan menjadi faktor penting yang mendukung percepatan pekerjaan konstruksi pada tahap selanjutnya. Dengan seluruh lahan yang dibutuhkan telah tersedia, pekerjaan pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Sebelumnya, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris menyebut Flyover Panorama I Sitinjau Lauik memiliki peran strategis dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, proyek tersebut juga dinilai mampu memperkuat konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, pembangunan Flyover Panorama I akan menjadi bagian dari pengembangan koridor Sitinjau Lauik yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Pengembangan tersebut juga akan mendukung rencana pembangunan Flyover Panorama II sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur transportasi di kawasan tersebut.

Bagi Bank Nagari, keterlibatan dalam pembiayaan sindikasi Flyover Panorama Sitinjau Lauik bukan hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah. Lebih dari itu, partisipasi tersebut menunjukkan kemampuan bank daerah untuk ikut mengambil peran dalam proyek infrastruktur berskala besar bersama perbankan nasional.

Dengan total komitmen pembiayaan mencapai Rp209 miliar dan proses penyaluran yang terus berjalan, Bank Nagari berharap pembangunan Flyover Panorama Sitinjau Lauik dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbar, terutama dalam meningkatkan keselamatan, memperkuat konektivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Baca Juga

Tol Padang–Bukittinggi–Payakumbuh dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu
Tol Padang–Bukittinggi–Payakumbuh dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu
BMKG: Potensi Hujan Sumbar Sepekan ke Depan Menurun, Ini Wilayah yang Tetap Perlu Waspada
BMKG: Potensi Hujan Sumbar Sepekan ke Depan Menurun, Ini Wilayah yang Tetap Perlu Waspada
Prakiraan Cuaca Sumbar Selasa 4 Agustus 2026, Ini Daerah yang Berpotensi Hujan
Prakiraan Cuaca Sumbar Selasa 4 Agustus 2026, Ini Daerah yang Berpotensi Hujan
Tim Percepatan Infrastruktur Bina Marga Cek Langsung Flyover Sitinjau Lauik, Ini Fokus Peninjauannya
Tim Percepatan Infrastruktur Bina Marga Cek Langsung Flyover Sitinjau Lauik, Ini Fokus Peninjauannya
Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif
Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun