Sumbardaily.com, Padang - Di tengah kepadatan pemukiman Green Kartika Residence, Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kepanikan menyergap warga pada Jumat (5/12/2025) petang.
Asap hitam tiba-tiba membubung dari salah satu rumah, menandai awal kebakaran yang melalap dua unit bangunan dalam waktu singkat.
Di area dengan akses jalan sempit, api berkembang cepat dan membuat warga hanya bisa berharap tim pemadam tiba tepat waktu.
Laporan pertama masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 18.35 WIB. Hanya satu menit kemudian, petugas sudah meluncur.
Dalam tempo lima menit perjalanan, tepat pukul 18.41 WIB, mereka mencapai lokasi yang berjarak sekitar tiga kilometer dari markas.
Meski waktu respons terbilang cepat, kondisi lapangan yang padat hunian membuat proses penanganan tak sepenuhnya mudah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kota Padang, Budi Payan, mengatakan situasi semacam ini selalu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
“Ketika laporan masuk, kami langsung bergerak. Di kawasan padat, setiap detik berarti. Akses jalan sempit, tetapi personel berupaya menembusnya secepat mungkin agar kebakaran tidak merembet,” katanya.
Budi menegaskan bahwa api mengancam empat bangunan di sekitarnya, dengan total area terancam mencapai 1.500 meter persegi. Namun, berkat mobilisasi cepat empat unit armada dan sekitar 80 personel, sebagian besar hunian dapat diselamatkan.
“Kerugian dari bangunan yang terbakar diperkirakan Rp150 juta, tetapi nilai aset yang berhasil kami selamatkan mencapai sekitar Rp1 miliar,” katanya.
Setelah 19.00 WIB, seluruh penanganan dinyatakan selesai. Tidak ada korban luka maupun jiwa. Satu unit rumah mengalami kerusakan berat, satu lainnya rusak ringan. Satu keluarga berisi lima orang menjadi penghuni terdampak, namun tidak perlu mengungsi.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan di lingkungan permukiman yang berkembang pesat dan memiliki jarak antarrumah yang rapat.
“Pada kasus ini, asap pertama kali dilihat saksi yang segera menghubungi kami. Respons cepat warga sangat membantu mencegah meluasnya kebakaran,” ujarnya.
Saksi tersebut, seorang warga bernama Hari (36), melihat asap menebal di area rumah sebelum api membesar. Laporannya menjadi penentu keberhasilan penanganan.
“Informasi cepat masyarakat adalah kunci. Tanpa itu, api bisa menjalar lebih jauh,” kata Rinaldi.
Dua rumah yang terbakar diketahui milik Fitri (40), seorang marketing developer, dan Albert (60), seorang wiraswasta. Keduanya merupakan warga Minang yang tengah berada di kawasan perumahan ketika insiden terjadi.
Pada kesempatan itu, Dinas Damkar Kota Padang kembali mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi Padang Sigap 112 atau layanan Damkar 113 bila melihat tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun.
"Di permukiman padat seperti Balai Gadang, potensi merembetnya api jauh lebih besar, sehingga kecepatan laporan sangat menentukan," katanya.
Di balik kobaran api yang berhasil dipadamkan itu, Rinaldi memaparkan bahwa tersisa cerita tentang bagaimana satu laporan cepat, satu menit keberangkatan, dan lima menit perjalanan mampu mengubah nasib awal dari empat rumah yang nyaris ikut terbakar.
"Bagi petugas, setiap kejadian selalu menjadi pengingat bahwa tugas mereka bukan hanya memadamkan api, melainkan menjaga nyawa dan harapan warga tetap utuh," tuturnya. (adl)
















