Diduga Korsleting Listrik, 5 Bangunan di Kampung Koto Pandan Pesisir Selatan Ludes Terbakar

Sumbardaily.com, Pesisir Selatan - Kebakaran hebat melanda Kampung Koto Pandan, Kenagarian Inderapura Timur, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan pada Rabu (26/2/2025) siang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menghanguskan dua unit rumah warga dan tiga unit ruko.

Berdasarkan laporan dari Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pancung Soal, Iptu Hendra, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik yang berasal dari salah satu rumah korban.

"Kejadian diketahui berawal ketika salah satu korban, Ria Aropa, melihat kepulan asap tebal di sekitar rumahnya," tulis Iptu Hendra dalam laporannya.

Setelah melihat kepulan asap tersebut, Ria Aropa langsung berteriak sehingga menarik perhatian warga sekitar.

Masyarakat pun segera berdatangan ke lokasi kejadian dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam setelah kedatangan Unit Pemadam Kebakaran dari wilayah BAB Tapan.

Meskipun upaya pemadaman telah dilakukan, namun sebagian barang dan perabotan rumah milik para korban tidak bisa diselamatkan.

Adapun identitas pemilik rumah dan ruko yang terbakar yaitu, rumah pertama milik Ria Aropa (38), seorang ibu rumah tangga. Rumah kedua milik Sesmita (59), juga seorang ibu rumah tangga.

Sedangkan tiga ruko yang terbakar masing-masing milik Nita Desmaida (35), Inal (35), dan Wesyunita (36).

Kelima korban tersebut beralamat di Kampung Koto Pandan, Kenagarian Inderapura Timur, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan dan merupakan warga dengan suku Minang.

Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Setelah kejadian, pihak kepolisian langsung melakukan serangkaian tindakan.

"Kami telah mendatangi TKP, berkoordinasi dengan pihak PLN, menghubungi BPBD dan Damkar, mencatat keterangan para saksi, membuat laporan kejadian, dan melaporkannya kepada pimpinan," jelas Iptu Hendra.

Menurut keterangan Kapolsek Pancung Soal, situasi dan kondisi keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca kejadian tetap aman dan terkendali. Kebakaran terjadi pada saat cuaca cerah dan panas.

Kebakaran di pemukiman padat penduduk memang menjadi salah satu bencana yang sering terjadi dan menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit.

Selain kerugian material, kebakaran juga bisa menyebabkan trauma psikologis bagi para korban.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari korsleting listrik.

Pengecekan instalasi listrik secara berkala dan tidak membiarkan alat elektronik menyala tanpa pengawasan merupakan langkah preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran. (red)

Baca Juga

Tiga Jembatan Gantung Pesisir Selatan Selesai Dibangun, Akses Pascabencana Pulih
Tiga Jembatan Gantung Pesisir Selatan Selesai Dibangun, Akses Pascabencana Pulih
Penataan Pantai Carocok Painan Jadi Perhatian, Parkir hingga Transportasi Laut Dibahas
Penataan Pantai Carocok Painan Jadi Perhatian, Parkir hingga Transportasi Laut Dibahas
15 Tahun Jaga Pesisir, Laskar Peduli Lingkungan Ampiang Parak Pessel Raih Peringkat I Wana Lestari Kemenhut
15 Tahun Jaga Pesisir, Laskar Peduli Lingkungan Ampiang Parak Pessel Raih Peringkat I Wana Lestari Kemenhut
Funwalk HUT ke-81 RI di Pesisir Selatan Diikuti Ribuan Warga, Ada 10 Ribu Sarapan Gratis
Funwalk HUT ke-81 RI di Pesisir Selatan Diikuti Ribuan Warga, Ada 10 Ribu Sarapan Gratis
Dengar Pidato Presiden, Bupati Pesisir Selatan Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital
Dengar Pidato Presiden, Bupati Pesisir Selatan Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital
Kasatgas PRR Turun ke Pesisir Selatan, Tinjau Pemulihan Pascabencana
Kasatgas PRR Turun ke Pesisir Selatan, Tinjau Pemulihan Pascabencana