Di Tengah Cuaca Ekstrem, Prajurit Denmadam XX/TIB Rehab Panti Asuhan Anak Mentawai di Padang

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Prajurit Denmadam XX/TIB Rehab Panti Asuhan Anak Mentawai di Padang

Rehabilitasi Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai oleh Prajurit TNI dari Denmadam XX/TIB. (Dok. Pendam XX TIB)

Sumbardaily.com, Padang - Pembangunan asrama baru bagi anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai akhirnya rampung, meski prajurit Detasemen Markas Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol (Denmadam XX/TIB) harus bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu belakangan.

Melalui Karya Bakti Satuan Non-Komando Kewilayahan (Satnonkowil), para prajurit menjalankan program rehabilitasi asrama Yayasan Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai di kawasan Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Rabu (26/11/2025).

Denmadam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) menghadirkan inisiatif kemanusiaan yang meninggalkan jejak lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik.

Program ini menjadi penegasan bahwa kiprah TNI AD dalam membantu masyarakat tidak berhenti pada tugas formal, tetapi juga pada panggilan moral yang lebih besar.

Kegiatan tersebut menjadi momentum yang memecah jarak antara prajurit dan warga.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah, pasukan Denmadam tetap melaksanakan pekerjaan konstruksi tanpa jeda, memastikan setiap bagian bangunan berdiri kokoh.

Komandan Denmadam XX/TIB, Kolonel Inf Ade Afri Verdaniex mengatakan, proyek ini bukan hanya renovasi semata, tetapi langkah strategis menghadirkan fasilitas yang lebih manusiawi bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan tersebut.

Ia menegaskan bahwa prajurit Denmadam XX/TIB berhadapan langsung dengan tantangan medan dan cuaca yang tidak menentu untuk menyelesaikan pembangunan asrama yang lebih layak dan aman.

"Setiap tiang, dinding dan ruang baru yang dibangun menjadi simbol pengabdian TNI terhadap masyarakat. Apa yang dilakukan Satnonkowil mencerminkan batas pengabdian TNI AD yang semakin meluas, menjangkau kelompok-kelompok rentan di daerah," katanya.

Dalam pernyataannya, Kolonel Ade mengatakan bahwa asrama baru ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, tetapi juga dirancang sebagai ruang penyokong tumbuh kembang anak-anak.

Dengan ruang belajar, area komunal, dan fasilitas sanitasi yang memadai, asrama tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas yang memberikan rasa aman sekaligus mendorong semangat belajar.

"Asrama anyar ini saya sebut sebagai mercusuar ilmu yang akan membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak Mentawai untuk berkembang," katanya.

Inisiatif ini kemudian memantik dukungan dari masyarakat sekitar. Warga, tokoh adat, hingga relawan turun tangan membantu proses pembangunan, memperlihatkan energi kolektif yang terbangun antara TNI dan masyarakat setempat.

Kehadiran prajurit tidak lagi dipandang dari sisi militer yang formal, melainkan sebagai mitra yang bekerja bersama masyarakat dalam membangun lingkungan.

Kehangatan kerja sama ini menegaskan kembali nilai kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama ini menjadi fondasi utama kekuatan pertahanan nasional.

Dengan rampungnya pembangunan, Satnonkowil Denmadam XX/TIB meninggalkan sesuatu yang lebih besar dari bangunan baru, yakni hadirnya kesadaran tentang pentingnya gotong royong dalam memperkuat masa depan anak-anak di panti asuhan tersebut.

Mereka bukan hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa negara dan institusi pertahanan hadir untuk seluruh warga, termasuk kelompok yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Wakil pimpinan Yayasan Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai, Amirudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya Denmadam XX/TIB.

Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan anak-anak yang tinggal di sana.

"Kami berharap dengan asrama yang lebih layak, anak-anak dapat menjalani keseharian dengan tenang dan mendapatkan dukungan lingkungan yang lebih baik," katanya.

Menurut Amirudin, kolaborasi yang terjalin dalam pembangunan ini merupakan wujud dari harapan bersama untuk menciptakan generasi yang lebih berkualitas di masa mendatang.

"Kerja sama antara pihak panti asuhan dan prajurit TNI telah melahirkan sesuatu yang tidak hanya tampak dari bangunan, tetapi juga dari ikatan sosial yang terbentuk selama proses tersebut," tuturnya. (shy)

Baca Juga

Audit Kinerja Itjenad 2026 Dimulai, Kodam XX/TIB Siap Jalani Pengawasan
Audit Kinerja Itjenad 2026 Dimulai, Kodam XX/TIB Siap Jalani Pengawasan
Enam Jembatan Baru Siap, Akses Transportasi Agam Mulai Bangkit Pascabencana
Enam Jembatan Baru Siap, Akses Transportasi Agam Mulai Bangkit Pascabencana
Pangdam XX/TIB Pastikan Jembatan Bailey Sikabau Pasaman Barat Pulihkan Akses Terputus Pasca Banjir Bandang
Pangdam XX/TIB Pastikan Jembatan Bailey Sikabau Pasaman Barat Pulihkan Akses Terputus Pasca Banjir Bandang
Pelda Yudi Gusnaldi Ditemukan Meninggal, Lengkapi 3 Prajurit TNI Gugur Saat Evakuasi Bencana Sumbar
Pelda Yudi Gusnaldi Ditemukan Meninggal, Lengkapi 3 Prajurit TNI Gugur Saat Evakuasi Bencana Sumbar
Akses Darat Putus Total, Bantuan ke Paninggahan Diangkut Lewat Danau Singkarak
Akses Darat Putus Total, Bantuan ke Paninggahan Diangkut Lewat Danau Singkarak
Blak-blakan Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Bahas Peran hingga Sinergi dengan Media
Blak-blakan Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Bahas Peran hingga Sinergi dengan Media