Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya kembali mencatatkan capaian penting dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Kabupaten Dharmasraya berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar).
Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena tidak hanya mempertahankan opini WTP yang selama ini diraih secara berkelanjutan, tetapi juga menunjukkan peningkatan kualitas hasil pemeriksaan. Jika pada tahun 2024 Dharmasraya masih memperoleh opini WTP dengan catatan dan penekanan, maka pada tahun 2025 kualitas opini tersebut meningkat menjadi WTP murni.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, kepada Pemkab Dharmasraya di Padang, Jumat (29/5/2026).
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, raihan opini WTP murni menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus bukti bahwa berbagai langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil.
Annisa mengatakan, pemerintah daerah selama ini terus berupaya memperkuat tata kelola keuangan agar semakin tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berbagai pembenahan dilakukan secara berkesinambungan mulai dari tahap perencanaan, penatausahaan hingga penyusunan laporan keuangan.
“Alhamdulillah, ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi kita semua. Raihan ini menjadi bukti bahwa upaya perbaikan tata kelola keuangan daerah yang terus kami lakukan mulai menunjukkan hasil yang baik,” ujar Annisa, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Bupati perempuan pertama di Sumbar tersebut mengungkapkan bahwa hasil yang diperoleh bahkan melampaui ekspektasi pemerintah daerah. Menurutnya, sepanjang tahun terakhir jajaran Pemkab Dharmasraya fokus melakukan berbagai penyempurnaan dalam sistem pengelolaan keuangan daerah.
“Ini di atas ekspektasi kami. Karena sepanjang tahun ini kami terus melakukan perbaikan-perbaikan tata kelola keuangan daerah agar lebih baik, lebih tertib, dan sesuai ketentuan,” katanya.
Keberhasilan memperoleh opini WTP murni, lanjut Annisa, tidak terlepas dari kontribusi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyusunan dan pengelolaan keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan daerah.
Bersama Wakil Bupati Leli Arni, Annisa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPRD Dharmasraya Jemi Hendra, tim penyusun laporan keuangan, Sekretaris Daerah Medison, Inspektur, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), bendahara OPD, hingga bendahara Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan Pemkab Dharmasraya.
Menurut Annisa, peningkatan kualitas opini dari WTP dengan catatan dan penekanan pada tahun 2024 menjadi WTP murni pada tahun 2025 merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Yang paling membanggakan, LKPD tahun ini kita berhasil meningkatkan kualitas opini dari tahun 2024 yang masih WTP dengan catatan dan penekanan, dan Alhamdulillah Tahun 2025 ini kita berhasil meraih WTP murni,” tegasnya.
Pemkab Dharmasraya berharap capaian opini WTP murni atas LKPD 2025 tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Dengan pengelolaan keuangan yang semakin transparan, akuntabel, dan profesional, pemerintah daerah optimistis pelayanan publik kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.
Raihan opini WTP murni dari BPK RI Perwakilan Sumbar ini sekaligus menjadi penegasan atas komitmen Pemkab Dharmasraya dalam membangun sistem pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dan berorientasi pada tata kelola pemerintahan yang berkualitas. (*)
















