Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Sumbar, Jaringan Pendukung ISIS

Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Sumbar, Jaringan Pendukung ISIS

Ilustrasi Terorisme (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com, Padang – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang terduga teroris di Sumatera Barat (Sumbar) dalam operasi penindakan yang berlangsung selama empat hari di dua wilayah, yakni Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Ketiganya diduga merupakan bagian dari jaringan pendukung kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Wardhana, menjelaskan bahwa para pelaku berinisial RW, KM, dan AY memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut. Mereka teridentifikasi aktif menyebarkan propaganda dan konten radikal di media sosial.

“Penangkapan pertama dilakukan terhadap RW di Kota Padang pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 12.58 WIB,” ujar Mayndra, Selasa (7/10/2025).

Menurut Mayndra, RW berperan sebagai pembuat konten propaganda yang mendukung ideologi Daulah Islamiyah atau ISIS. Dari hasil pengembangan penangkapan RW, tim kemudian bergerak ke Kabupaten Pesisir Selatan.

“Sekitar pukul 17.01 WIB, tim menangkap KM yang diketahui berperan menyebarkan propaganda radikal melalui media sosial dan mengunggah gambar senjata api,” jelasnya.

Masih pada hari yang sama, operasi berlanjut di Kota Padang. Tim kemudian mengamankan AY, terduga teroris ketiga yang diketahui berperan sebagai konten kreator propaganda.

“AY ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB dan turut diamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas kelompoknya,” ujar Mayndra.

Ketiga terduga pelaku tersebut disebut merupakan bagian dari jaringan Ansharut Daulah, kelompok yang selama ini dikenal sebagai simpatisan ISIS di Indonesia.

Densus 88 juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu rompi hijau loreng, tiga lembar kertas bertuliskan logo ISIS, serta tiga buku berjudul Kupas Tuntas Khilafah Islamiyyah, Melawan Penguasa, dan Al-Qiyadah wal Jundiyah, yang berisi ajaran tentang penegakan Daulah Islamiyah.

Mayndra menegaskan, penangkapan ini kembali menunjukkan bahwa proses radikalisasi di media sosial masih berlangsung masif dan berpotensi memengaruhi siapa pun, termasuk generasi muda.

“Densus 88 mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap setiap bentuk provokasi dan penyebaran propaganda radikal di media sosial. Warga juga diharapkan aktif mengawasi lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan anak-anak, agar tidak terpapar ideologi ekstrem,” tuturnya. (wan/red)

Baca Juga

Ratusan Orang Dilaporkan Alami Keracunan Makanan di Palupuh Agam
Ratusan Orang Dilaporkan Alami Keracunan Makanan di Palupuh Agam
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Dilarang Tarik Biaya Tambahan
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Dilarang Tarik Biaya Tambahan
Mulai Hari Ini Harga BBM Pertamina Naik, Cek Rincian untuk Aceh hingga Batam
Mulai Hari Ini Harga BBM Pertamina Naik, Cek Rincian untuk Aceh hingga Batam
Tak Berhenti Belajar di Usia Senja, 80 Lansia Ikut Sekolah Lansia Padang Panjang
Tak Berhenti Belajar di Usia Senja, 80 Lansia Ikut Sekolah Lansia Padang Panjang
Komisi VIII DPR Soroti Rehab-Rekon Banjir Bandang Sumbar Belum Dimulai, Sudah Hampir 8 Bulan
Komisi VIII DPR Soroti Rehab-Rekon Banjir Bandang Sumbar Belum Dimulai, Sudah Hampir 8 Bulan
Asap Karhutla Masih Ganggu Sumatera, Hotspot Nasional Tembus 20.378 Titik
Asap Karhutla Masih Ganggu Sumatera, Hotspot Nasional Tembus 20.378 Titik