Sumbardaily.com, Padang – Aktivitas gempa bumi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan intensitas yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat sebanyak 57 kejadian gempa bumi yang terjadi selama periode 26 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Puluhan gempa tersebut tersebar di wilayah daratan Sumbar hingga kawasan perairan di lepas pantai barat Sumatera.
Data statistik kegempaan BMKG Padang Panjang menunjukkan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi memiliki kekuatan relatif kecil. Dari total 57 kejadian, 39 gempa tercatat berkekuatan di bawah magnitudo 3, sementara 14 gempa berada pada rentang magnitudo 3 hingga kurang dari 5. Adapun empat gempa lainnya memiliki magnitudo di atas 5, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,1 dan magnitudo terkecil 1,6.
Jika dilihat dari kedalaman pusat gempa, aktivitas seismik di Sumbar selama periode tersebut didominasi oleh gempa dangkal. BMKG mencatat 52 gempa terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, sedangkan lima gempa lainnya berada pada kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer. Tidak ditemukan kejadian gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer. Sementara itu, kedalaman maksimum gempa tercatat mencapai 201 kilometer, dan kedalaman minimum berada pada 2 kilometer.
Pola sebaran episenter gempa bumi memperlihatkan titik-titik kejadian yang memanjang mengikuti jalur barat Pulau Sumatera. Kondisi ini mencerminkan pengaruh kuat faktor geologi regional, khususnya zona subduksi Lempeng Samudera Hindia–Eurasia di wilayah lepas pantai serta aktivitas Sesar Sumatera yang membelah daratan. Kombinasi kedua sistem tektonik tersebut menjadikan Sumbar sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kegempaan yang tinggi di Indonesia.
Selain gempa yang terekam secara instrumental, BMKG Padang Panjang juga mencatat 12 kejadian gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat selama periode tersebut. Guncangan dirasakan dengan intensitas II hingga III pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI), yang umumnya dirasakan sebagai getaran ringan, terutama di dalam bangunan.
Wilayah yang melaporkan merasakan getaran gempa meliputi Kaur, Bengkulu, Enggano, Sungai Penuh, Padang, Agam, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Pasaman. Meski tidak menyebabkan kerusakan besar, BMKG mencatat adanya beberapa kerusakan ringan pada rumah warga di Kabupaten Agam akibat guncangan gempa tersebut.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi. Aktivitas seismik di Sumbar merupakan fenomena alam yang berkaitan erat dengan kondisi geologi setempat, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dampak gempa bumi. (fru)
















