Cuaca Indonesia Akhir Oktober 2026: Mayoritas Wilayah Diprediksi Lebih Kering

Cuaca Indonesia Akhir Oktober 2026: Mayoritas Wilayah Diprediksi Lebih Kering

Ilustrasi Cuaca Panas (Foto: Freepik)

Sumbardaily.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal pada akhir Oktober 2026. Berdasarkan prakiraan untuk Dasarian III Oktober 2026, sebanyak 70,33 persen wilayah diperkirakan masuk kategori hujan bawah normal.

Informasi tersebut dikutip dari BMKG pada Selasa (20/10/2026). Dalam prediksi yang disampaikan, wilayah Indonesia terbagi menjadi empat kategori sifat hujan, yakni jauh di atas normal, atas normal, normal, dan bawah normal.

BMKG memprakirakan wilayah dengan sifat hujan jauh di atas normal mencakup 0,04 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, kategori atas normal diperkirakan meliputi 6,42 persen wilayah, kategori normal 23,22 persen, dan kategori bawah normal mendominasi dengan cakupan 70,33 persen.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami curah hujan yang lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologisnya. Meski demikian, kondisi setiap daerah tidak sama karena masih ada wilayah yang diprediksi mengalami hujan normal maupun di atas normal.

Apa Itu Dasarian III Oktober 2026?

Dasarian merupakan pembagian waktu selama sepuluh hari yang digunakan dalam analisis dan prakiraan iklim. Dalam satu bulan, pembagian dasarian terdiri atas tiga periode, yakni Dasarian I pada tanggal 1–10, Dasarian II pada tanggal 11–20, dan Dasarian III pada tanggal 21 hingga akhir bulan.

Dengan demikian, Dasarian III Oktober 2026 merujuk pada periode 21–31 Oktober 2026. Prakiraan untuk periode ini memberikan gambaran mengenai sifat hujan yang diperkirakan terjadi pada penghujung Oktober.

Kategori sifat hujan tidak semata-mata menunjukkan apakah suatu daerah akan mengalami hujan atau tidak. Kategori tersebut membandingkan perkiraan jumlah curah hujan dengan rata-rata curah hujan selama 30 tahun.

Dalam klasifikasi yang disampaikan BMKG, sifat hujan bawah normal berarti curah hujan kurang dari 85 persen terhadap rata-rata 30 tahun. Kategori normal berada pada kisaran 85–115 persen, sedangkan kategori atas normal berkisar 115–150 persen dari rata-rata tersebut.

Adapun kategori jauh di atas normal merupakan kondisi ketika curah hujan melampaui rentang kategori atas normal. Artinya, prediksi bawah normal tidak otomatis berarti suatu wilayah akan mengalami hari tanpa hujan sepanjang periode tersebut. Kategori ini menunjukkan bahwa jumlah hujan yang diperkirakan lebih rendah daripada kondisi rata-rata klimatologis.

Wilayah Sumatera Barat Diprediksi Mengalami Sifat Hujan Beragam

Di Sumatera Barat, BMKG memprakirakan sifat hujan pada Dasarian III Oktober 2026 berbeda-beda menurut wilayahnya.

Sejumlah daerah diprediksi mengalami hujan kategori normal. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Agam, Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Dharmasraya.

Sementara itu, beberapa daerah di Sumatera Barat diperkirakan masuk kategori atas normal. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman, Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Solok.

Perbedaan kategori tersebut memperlihatkan bahwa prakiraan sifat hujan di Sumatera Barat tidak seragam. Sebagian daerah diperkirakan memiliki curah hujan mendekati rata-rata klimatologis, sedangkan daerah lainnya berpotensi menerima curah hujan lebih tinggi daripada rata-rata.

Karena itu, kategori hujan suatu kabupaten atau kota perlu dibaca berdasarkan wilayah masing-masing. Prakiraan untuk satu daerah tidak dapat langsung digunakan untuk menggambarkan kondisi seluruh Sumatera Barat.

Jawa hingga Bali Didominasi Prediksi Hujan Bawah Normal

Prediksi BMKG menunjukkan kategori bawah normal mencakup banyak daerah di Pulau Jawa. Di Banten, wilayah yang masuk kategori ini meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang. Sementara itu, Kota Tangerang Selatan diprediksi mengalami hujan kategori normal.

Di DKI Jakarta, kategori bawah normal diprakirakan terjadi di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu serta Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Adapun Jakarta Utara diperkirakan masuk kategori normal.

Untuk Jawa Barat, sebagian besar kabupaten dan kota yang tercantum dalam prakiraan masuk kategori bawah normal. Daerah tersebut antara lain Sukabumi, Bogor, Depok, Kota Bogor, Cianjur, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Cimahi, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, dan Kota Banjar.

Di Jawa Tengah, wilayah kategori bawah normal meliputi Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Semarang, Boyolali, Demak, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora, dan Rembang, termasuk sejumlah kota yang disebutkan dalam prakiraan BMKG.

Seluruh kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta juga tercantum dalam kategori bawah normal, yakni Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul.

Di Jawa Timur, sebagian besar wilayah yang tercantum diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal. Daerah tersebut mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Malang, Gresik, Sidoarjo, Batu, Pasuruan, Surabaya, Bangkalan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Adapun Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Probolinggo diprediksi masuk kategori normal. Kota Pasuruan tercantum dalam kategori atas normal.

Di Bali, kategori bawah normal meliputi Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung. Sementara itu, Kota Denpasar diprediksi mengalami sifat hujan normal.

Sejumlah Wilayah Sumatera dan Kalimantan Masuk Kategori Bawah Normal

Di luar Pulau Jawa, wilayah kategori bawah normal juga tersebar luas di Sumatera. Di Riau, Indragiri Hilir masuk kategori bawah normal, sedangkan Rokan Hulu, Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kepulauan Meranti diprediksi mengalami hujan normal. Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kota Dumai masuk kategori atas normal.

Di Kepulauan Riau, Karimun, Batam, Lingga, Bintan, Tanjung Pinang, dan Kepulauan Anambas diprediksi mengalami hujan bawah normal. Sementara itu, Kabupaten Natuna masuk kategori normal.

Di Jambi, sejumlah wilayah seperti Bungo, Merangin, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kota Jambi masuk kategori bawah normal. Kabupaten Tebo dan Sarolangun diprediksi normal, sedangkan Kerinci dan Kota Sungai Penuh masuk kategori atas normal.

Bengkulu juga didominasi kategori bawah normal, mencakup Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Kabupaten Muko Muko diprediksi mengalami hujan normal.

Di Sumatera Selatan, kategori bawah normal meliputi Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Palembang, dan Ogan Komering Ilir.

Seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Bangka Belitung serta Lampung yang tercantum dalam prakiraan juga masuk kategori bawah normal.

Kondisi serupa diprediksi terjadi di banyak wilayah Kalimantan. Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, sebagian besar daerah yang tercantum diperkirakan mengalami sifat hujan bawah normal. Di Kalimantan Utara, Bulungan, Tana Tidung, dan Tarakan masuk kategori bawah normal, sedangkan Malinau dan Nunukan diprediksi normal.

Sulawesi hingga Papua Juga Memiliki Sebaran Sifat Hujan Berbeda

Di Pulau Sulawesi, banyak kabupaten dan kota diprediksi mengalami hujan bawah normal. Sebaran wilayah tersebut mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara sesuai daftar wilayah dalam prakiraan BMKG.

Sementara itu, di Maluku Utara dan Maluku, daerah-daerah yang tercantum dalam prediksi didominasi kategori bawah normal. Wilayah tersebut antara lain Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Ternate, Halmahera Selatan, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai di Maluku Utara.

Di Maluku, kategori bawah normal meliputi Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru.

Di wilayah Papua, prakiraan juga memperlihatkan perbedaan kategori antardaerah. Raja Ampat, Sorong, dan Kota Sorong di Papua Barat Daya masuk kategori bawah normal, sedangkan Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat diprediksi mengalami hujan normal.

Di Papua Barat, Fakfak dan Kaimana masuk kategori bawah normal. Sebaliknya, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama diprediksi normal.

Kepulauan Yapen dan Kota Jayapura di Papua tercantum dalam kategori bawah normal, sementara Biak Numfor, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Sarmi, Kabupaten Jayapura, dan Keerom diprediksi mengalami hujan normal.

Di Papua Pegunungan, Nduga dan Lanny Jaya masuk kategori bawah normal. Tolikara, Mamberamo Tengah, Jayawijaya, Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang diprediksi normal.

Sementara itu, Nabire, Mimika, Dogiyai, Paniai, dan Deiyai di Papua Tengah masuk kategori bawah normal. Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya diprediksi mengalami hujan normal. Di Papua Selatan, Asmat masuk kategori bawah normal, sedangkan Mappi dan Boven Digoel diperkirakan mengalami hujan normal.

Cara Memahami Prakiraan Cuaca Akhir Oktober

Prakiraan sifat hujan Dasarian III Oktober 2026 memberikan gambaran mengenai perbandingan curah hujan dengan rata-rata klimatologis, bukan kepastian cuaca harian di setiap lokasi.

Dominasi kategori bawah normal secara nasional menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang dipetakan diperkirakan menerima curah hujan lebih rendah daripada rata-rata 30 tahun. Namun, wilayah dengan kategori normal dan atas normal tetap perlu diperhatikan karena kondisi hujan dapat berbeda antardaerah.

Masyarakat dapat menggunakan informasi tersebut sebagai gambaran awal untuk memahami kecenderungan hujan pada penghujung Oktober 2026. Untuk mengetahui kondisi yang lebih spesifik, termasuk prakiraan hujan harian, masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca yang sesuai dengan lokasi masing-masing.

Dengan memahami perbedaan dasarian dan kategori sifat hujan, masyarakat dapat membaca prakiraan BMKG secara lebih tepat. Dasarian III menunjukkan periode 21–31 Oktober 2026, sedangkan kategori sifat hujan menerangkan posisi perkiraan curah hujan dibandingkan rata-rata klimatologis selama 30 tahun. (*)

Baca Juga

Akhir Oktober 2026, BMKG Prediksi Hujan di Pasaman hingga Pesisir Selatan di Atas Normal
Akhir Oktober 2026, BMKG Prediksi Hujan di Pasaman hingga Pesisir Selatan di Atas Normal
Mengapa Flores Masih Diguncang Gempa Susulan Signifikan? Daryono Ungkap Proses di Kerak Bumi
Mengapa Flores Masih Diguncang Gempa Susulan Signifikan? Daryono Ungkap Proses di Kerak Bumi
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Jakarta, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Jakarta, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Daryono Tegaskan Gempa Bukan Ukuran Dosa, Korban Bencana Tak Boleh Dihakimi
Daryono Tegaskan Gempa Bukan Ukuran Dosa, Korban Bencana Tak Boleh Dihakimi
Bukan Seluruh Sumbar, Ini Daerah yang Diprediksi Tetap Dapat Hujan Normal pada Oktober 2026
Bukan Seluruh Sumbar, Ini Daerah yang Diprediksi Tetap Dapat Hujan Normal pada Oktober 2026
BMKG Prediksi Cuaca Indonesia Pertengahan Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan di Bawah Normal
BMKG Prediksi Cuaca Indonesia Pertengahan Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan di Bawah Normal