Cuaca Ekstrem Menguat, Pemprov Sumbar Imbau Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Cuaca Ekstrem Menguat, Pemprov Sumbar Imbau Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Salah satu titik terdampak di Kabupaten Agam dalam kejadian atau peristiwa akibat bencana hujan deras sejak Sabtu (22/11/2025) siang. (Dok. Pusdalops PB Agam)

Sumbardaily.com, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pemerintah kabupaten, kota dan instansi teknis untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Instruksi ini disampaikan melalui Surat Edaran (SE) nomor 300.2/1.301/BPBD-2025 yang ditandatangani Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy tertanggal 24 November 2025.

Peringatan ini menyusul surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tertanggal 18 November 2025 dan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 21 November 2025 terkait potensi meningkatnya curah hujan dan kejadian cuaca ekstrem di wilayah Sumbar pada tanggal 21 hingga 27 November 2025.

BMKG mencatat peningkatan aktivitas Monsun Asia sebagai faktor utama pemicu kondisi cuaca ekstrem tersebut. Angin musiman ini membawa suplai udara lembap dalam jumlah besar dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Barat.

Ketika massa udara lembap bertemu dengan topografi Bukit Barisan, terjadi pengangkatan udara yang kemudian memicu pembentukan awan hujan intens.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa fenomena ini tidak berdiri sendiri. Faktor atmosfer skala global turut memperkuat pembentukan sistem cuaca ekstrem.

“Kombinasi Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, dan suhu muka laut yang hangat meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif di Sumbar,” katanya.

Dampaknya, kata Desindra, peluang terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga sambaran petir meningkat signifikan.

Kondisi ini telah terlihat melalui hujan intens yang memicu genangan dan membuat jalan licin di beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir.

BMKG menetapkan sejumlah wilayah dengan risiko tertinggi terhadap bencana hidrometeorologi, meliputi Kota Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Solok, Tanah Datar, Dharmasraya, Solok Selatan, serta Limapuluh Kota.

Karakteristik wilayah seperti topografi terjal, aliran sungai yang berhulu di pegunungan, serta wilayah pesisir menjadikan kawasan tersebut lebih rentan terhadap cuaca ekstrem.

Menindaklanjuti peringatan itu, Surat Edaran Pemprov Sumbar menegaskan sejumlah langkah mitigasi, mulai dari sosialisasi peringatan dini, pembersihan saluran air, naturalisasi sungai, hingga inventarisasi alat penanggulangan bencana.

Pemerintah daerah juga diminta mengaktifkan pos siaga di titik rawan dan memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, OPD teknis, serta relawan.

Selain itu, pemerintah daerah diminta menyiapkan rencana kontinjensi sebagai panduan penanganan apabila bencana terjadi.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat respons layanan publik dan meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memperbarui informasi prakiraan cuaca, terutama sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas luar ruangan.

Warga yang tinggal di kawasan perbukitan, bantaran sungai, dan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan serta menghindari area rentan saat hujan berdurasi lama.

Informasi resmi cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui akun Instagram @bmkgminangkabau, aplikasi InfoBMKG, atau layanan WhatsApp di nomor yang telah disediakan BMKG Minangkabau. (adl)

Baca Juga

Petugas BPBD Kota Padang bersama tim gabungan mengevakuasi pohon Marapalam tumbang yang menutup Jalan Raya Padang-Painan di kawasan Gates saat hujan deras dan angin kencang.
Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh, Pohon Raksasa yang Tumbang di Jalur Padang-Painan Dievakuasi
Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926 Jadi Momentum Perkuat Budaya Siaga Bencana
Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926 Jadi Momentum Perkuat Budaya Siaga Bencana
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Pemprov Sumbar Klaim Rehabilitasi Lahan Pertanian Rusak Capai 100 Persen
Pemprov Sumbar Klaim Rehabilitasi Lahan Pertanian Rusak Capai 100 Persen
Ruas jalan di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kabupaten Limapuluh Kota, amblas menyerupai sinkhole dan tertutup material longsor akibat hujan deras. (Dok. Istimewa)
Banjir dan Longsor Terjang Limapuluh Kota, Jalan Amblas Mirip Sinkhole Isolasi 2.000 Warga
Tim SAR Gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Nagari Saruaso, Tanah Datar, saat hujan deras pada Selasa (12/5/2026) malam. (Dok. Basarnas)
Hujan Deras Picu Banjir di Tanah Datar, Pemuda hingga Lansia Dievakuasi Tim SAR Gabungan