Sumbardaily.com, Padang – Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian tersebut langsung menyedot perhatian publik, mengingat Hendrajoni selama ini dikenal sebagai kader Partai NasDem.
Langkah politik terbaru ini dinilai menjadi momen penting dalam dinamika politik di Sumatera Barat (Sumbar), khususnya menjelang kontestasi politik ke depan.
Informasi bergabungnya Hendrajoni ke partai berlambang gajah berkepala merah itu dibenarkan oleh mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumbar, Sukma Trianda Putra.
Ia menyampaikan bahwa Hendrajoni telah resmi menjadi kader PSI setelah secara simbolis dikenakan jaket PSI oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, dalam acara penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sabtu sore (31/1/2026).
Sukma Trianda Putra menjelaskan, proses pengukuhan tersebut menandai status Hendrajoni sebagai kader PSI. Menurutnya, momen pemakaian jaket oleh ketua umum menjadi penegasan keanggotaan Hendrajoni di PSI.
“Iya benar, sudah bergabung. Jaketnya dipasangkan langsung oleh ketua umum. Saat ini statusnya sudah sebagai kader,” ujar Sukma saat dikonfirmasi Sumbar Daily.
Lebih lanjut, Sukma mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi langsung dengan Hendrajoni setelah kepastian bergabung ke PSI tersebut.
Dalam komunikasi itu, Sukma menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar terhadap peran politik Hendrajoni di tubuh PSI Sumbar.
Menurut Sukma, kehadiran Hendrajoni di PSI diharapkan dapat memperkuat struktur dan konsolidasi partai di Sumbar. Bahkan, ia secara terbuka menyebut peluang Hendrajoni untuk mengisi posisi strategis di tingkat wilayah.
“Kita berharap beliau bisa menjadi Ketua DPW PSI Sumbar ke depan. Dan saya yakin, ke depan akan ada banyak tokoh di Sumbar yang menyusul bergabung ke PSI,” kata Sukma.
Bergabungnya Hendrajoni ke PSI dinilai menjadi sinyal kuat adanya pergeseran dan dinamika baru dalam peta politik daerah.
Kehadiran kepala daerah aktif sebagai kader PSI berpotensi memberi pengaruh signifikan terhadap eksistensi dan elektabilitas partai tersebut di Sumbar. (pooke)















