Sumbardaily.com – Upaya memperkuat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat (sumbar) terus didorong melalui kegiatan Boarding LKPP bertajuk “SIPLah Toko Ladang Sapa UMKM Sumbar”. Program ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha daerah agar dapat terhubung dengan sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah secara digital.
Kegiatan yang menghadirkan Kepala Toko Ladang Sumbar, Ari Prima, sebagai narasumber utama tersebut berfokus pada edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan platform SIPLah sebagai sarana pemasaran produk sekaligus akses menuju pasar pengadaan pemerintah yang menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM mendapatkan pemahaman mengenai peluang yang tersedia dalam ekosistem digital pengadaan nasional. Kehadiran SIPLah Toko Ladang dinilai mampu menjadi jembatan bagi produk-produk lokal agar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk sektor pendidikan dan berbagai instansi pemerintah.
Dalam pemaparannya, Ari Prima menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi UMKM yang ingin berkembang dan bertahan di tengah perubahan zaman. Menurutnya, pemanfaatan platform digital tidak hanya memberikan peluang pasar yang lebih besar, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pengelolaan usaha.
Ia menjelaskan bahwa SIPLah Toko Ladang memberikan kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas. Dengan keterlibatan dalam platform tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh akses terhadap sistem pengadaan yang terintegrasi dan lebih modern.
“UMKM Sumbar memiliki potensi besar. Dengan bergabung ke dalam ekosistem SIPLah Toko Ladang, pelaku usaha tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan profesionalisme usaha dan kualitas pelayanan,” ujar Ari Prima, dalam keterangannya dikutip Senin (1/6/2026).
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Program onboarding tersebut diikuti oleh pelaku UMKM, mitra pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi daerah.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak UMKM di Sumbar untuk masuk ke dalam ekosistem digital pengadaan nasional. Dengan semakin luasnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam platform SIPLah, peluang peningkatan daya saing ekonomi daerah juga diharapkan semakin besar.
Selain menjadi sarana edukasi, Boarding LKPP “SIPLah Toko Ladang Sapa UMKM Sumbar” juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha, sektor pendidikan, dan berbagai stakeholder terkait dalam mendukung transformasi digital UMKM. Langkah tersebut dinilai penting agar produk-produk unggulan Sumbar memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan bersaing melalui sistem pengadaan pemerintah yang modern, transparan, dan akuntabel. (*)
















