Sumbardaily.com - Memasuki hari ketiga masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, bantuan kemanusiaan mulai berdatangan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Bantuan tersebut datang dari berbagai pihak, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah, swasta, BUMD, masyarakat hingga para perantau.
Masa tanggap darurat sendiri telah ditetapkan selama 14 hari, terhitung mulai 13 hingga 26 Mei 2026. Langkah itu diambil setelah bencana banjir dan longsor melanda beberapa kecamatan akibat hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak 12 Mei 2026 siang hingga dini hari keesokan harinya.
BNPB menjadi salah satu pihak yang bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan logistik serta dana siap pakai untuk mendukung penanganan darurat dan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Staf Fungsional BNPB, Yustam, kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar dr. Ermon Revlin di Gedung Indojolito Batusangkar, Jumat (15/5/2026).
Dalam keterangannya, Yustam menyebut bantuan itu merupakan tindak lanjut atas laporan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terkait bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Bupati Eka Putra dalam penanganan bencana ini. Hari ini BNPB menyerahkan bantuan logistik darurat serta dana siap pakai sebesar Rp223.450.000 untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak pasca bencana,” ujarnya.
Adapun bantuan yang diberikan BNPB terdiri dari 200 paket sembako, 150 paket makanan siap saji, 50 paket hygiene kit, 200 lembar matras, 100 lembar terpal dan 100 lembar selimut.
Usai penyerahan bantuan, Yustam bersama Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor untuk melihat kondisi di lapangan.
Terkait kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat bencana, Yustam mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan serta melaporkan hasil peninjauan kepada pimpinan BNPB untuk langkah penanganan lebih lanjut.
“Apa yang kami lihat di lapangan dan bagaimana langkah penanganannya nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Eka Putra menjelaskan banjir dan longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Tanah Datar sejak 12 Mei 2026 pukul 14.00 WIB hingga 13 Mei 2026 pukul 04.00 WIB.
Bencana tersebut berdampak pada sejumlah kecamatan, di antaranya Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab dan Salimpaung.
“Malam harinya kami langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, sekaligus berkoordinasi dengan BNPB Pusat dan Kementerian PUPR,” ujar Eka Putra.
Ia mengungkapkan, dampak bencana menyebabkan 14 rumah mengalami rusak berat dan 60 rumah rusak sedang. Selain itu, sebanyak 10 jembatan hanyut maupun rusak akibat terjangan banjir.
Kondisi tersebut sempat menyebabkan sekitar 80 kepala keluarga terisolasi. Tidak hanya itu, ratusan hektare sawah milik masyarakat juga terdampak akibat bencana alam tersebut.
Namun demikian, Eka Putra menyebut akses masyarakat yang sebelumnya terputus kini sudah mulai bisa dilalui berkat kerja sama seluruh unsur terkait dan gotong royong masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat gerak cepat seluruh unsur terkait, saat ini akses masyarakat yang sebelumnya terisolasi sudah dapat dilalui melalui jembatan darurat dari yang dibuat oleh masyarakat secara bergotong royong,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa BNPB bersama tim Zipur telah melakukan survei lapangan pada hari yang sama. Dalam waktu dekat, jembatan darurat akan segera dibangun guna mendukung akses kendaraan, distribusi kebutuhan pokok serta aktivitas masyarakat.
Di akhir keterangannya, Bupati Eka Putra mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan karena prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari mendatang. (*)
















