Sumbardaily.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Barat.
Gelombang dengan ketinggian mencapai 4 meter diperkirakan terjadi hingga 17 Juni 2026 dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran serta nelayan.
Informasi tinggi gelombang tersebut tertuang dalam surat bernomor B/ME.01.02/PDGT/14/TLB/VI/2026 yang berlaku mulai 14 Juni 2026 pukul 19.00 WIB hingga 17 Juni 2026 pukul 19.00 WIB. Informasi tersebut dikutip resmi pada Selasa (16/6/2026).
Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, angin di wilayah perairan Sumatera Barat bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 30 knot. Sementara itu, kondisi cuaca secara umum diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir.
BMKG menyebutkan, gelombang dengan tinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, meliputi Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Sipora, Perairan Timur Pagai, dan Perairan Barat Pagai.
Selain itu, gelombang lebih tinggi, yakni berkisar antara 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Sipora, dan Perairan Barat Sipora. Sementara untuk potensi gelombang dengan ketinggian 4 hingga 6 meter maupun 6 hingga 9 meter dinyatakan nihil.
Dalam peringatannya, BMKG mengingatkan para pengguna transportasi laut dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Perahu nelayan dinilai berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Kemudian, kapal tongkang perlu meningkatkan kewaspadaan saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Adapun kapal ferry berisiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
BMKG juga mengingatkan bahwa kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar harus waspada apabila kecepatan angin mencapai 27 knot dan tinggi gelombang mencapai 4 meter.
Dalam informasi resmi yang diterbitkan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, prakirawan Mardiansyah mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, agar memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan tinggi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.
Peringatan dini ini menjadi perhatian penting mengingat sebagian wilayah perairan Sumatera Barat, terutama kawasan Kepulauan Mentawai, diperkirakan menghadapi gelombang cukup tinggi yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran selama beberapa hari ke depan. (*)
















