Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Minangkabau kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Dalam pembaruan resmi pada Kamis, 12 Desember 2025 pukul 08.50 WIB, BMKG menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas yang berpotensi menimbulkan gangguan diprakirakan terjadi pada 12–14 Desember 2025.
Seluruh wilayah yang tercantum berada pada kategori waspada, menandakan perlunya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Pada 12 Desember 2025, hujan diprediksi mengguyur sebagian besar wilayah di Sumbar. BMKG mencatat daerah yang masuk kategori waspada meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, dan Kota Padang.
Cuaca berpotensi disertai peningkatan intensitas yang dapat memicu gangguan, termasuk ancaman bencana hidrometeorologi di sejumlah titik.
Memasuki 13 Desember 2025, cakupan wilayah yang diprakirakan terdampak lebih terbatas. Namun, BMKG tetap menempatkan empat daerah dalam status waspada, yaitu Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Meskipun jumlah daerah lebih sedikit dibanding hari sebelumnya, potensi risiko tetap perlu diantisipasi, terutama bagi kawasan yang rentan banjir bandang maupun tanah longsor.
Pada 14 Desember 2025, potensi hujan kembali meluas. Daerah yang masuk kategori waspada mencakup Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Pola cuaca ini menunjukkan konsistensi ancaman cuaca ekstrem selama tiga hari berturut-turut di sejumlah wilayah Sumbar, terutama yang sebelumnya telah mengalami kerentanan akibat hujan deras.
BMKG Sumbar mengimbau masyarakat tetap mewaspadai berbagai kemungkinan dampak cuaca, serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai, lereng perbukitan, atau wilayah yang kerap mengalami genangan dan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan. BMKG juga menekankan pentingnya mengikuti informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Selain itu, pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota diharapkan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak lanjutan.
Langkah antisipatif dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang diperkirakan berlangsung dinamis dan berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat dalam beberapa hari ke depan. (pooke)
















