Sumbardaily.com, Jakarta - Universitas Paramadina mengadakan Prosesi Wisuda ke-40 pada Sabtu (15/6/2024) di Convention Hall, Gedung SMESCO Jakarta.
Dalam wisuda ke-40 ini, Universitas Paramadina meluluskan 218 sarjana dan 122 magister dengan prestasi yang membanggakan dan penerima beasiswa dari berbagai pihak.
Dengan berbekal kitab dan hikmah yang diperoleh di Universitas Paramadina, para wisudawan diharapkan siap menghadapi tantangan masa depan dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat.
IPU-Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI Prof Marsudi Wahyu Kisworo menyampaikan tantangan yang dihadapi generasi muda, khususnya dalam bidang pertanian dan kesehatan.
"Indonesia saat ini memiliki masalah dalam bidang pertanian, setiap tahun kita kehilangan 100.000 hektar sawah terkonversi menjadi hunian, setiap tahun juga kehilangan 1 juta petani yang meninggal atau menua, sedangkan hanya 3% anak petani yang mau menjadi petani," ungkap Marsudi.
Ia menambahkan, pada bidang kesehatan, bahan baku obatnya masih impor. Bagaimana menyelesaikan tantangan tersebut, salah satunya dengan menggunakan ilmu pengetahuan.
Marsudi mengajak para wisudawan untuk menguasai "al-kitab" dan "al-hikmah" sebagaimana yang tercermin dalam simbol Universitas Paramadina yang diambil dari Al Quran surat An-Nisa ayat 113.
"Kitab adalah kebenaran yang disebutkan pada kitab-kitab suci yang kemudian kita pelajari dalam agama, hikmah itu adalah pengetahuan, seperti matematika, komunikasi, manajemen, dan semua ilmu yang kita pelajari. Maka merujuk simbol ini, kita sebagai wisudawan harus mampu menguasai dua hal ini al-kitab dan al-hikmah, jika hanya salah satunya saja maka tidak akan utuh," jelasnya.
Kepala LLDikti Wilayah III, Prof Toni Toharudin menyampaikan tantangan sarjana saat ini dan masa yang akan datang, yakni bagaimana memperoleh pekerjaan secara layak dan diakui sesuai dengan kompetensi dan passion.
"Lulus dari perguruan tinggi bukan berarti akhir dari segalanya, kalian telah membuka pintu ke dalam dunia profesi yang luas sehingga kalian harus terus berjuang untuk menunjukkan kemampuan terbaik, di dalam berbagai bidang ilmu yang didapat, kalian harus bisa menjadi agent of change di dalam masyarakat dan juga membawa kebaikan bagi seluruh orang," ujarnya.
Ketua Umum Pembina Yayasan Wakaf Paramadina Jusuf Kalla juga berpesan agar para wisudawan dapat mengaplikasikan ilmu sesuai kebutuhan masyarakat.
"Di universitas anda akan memperoleh ilmu dan logika, pada bidang pekerjaan akan menguji logika dan ilmu yang telah kalian peroleh, kalau di Universitas anda diuji oleh dosen, tapi dunia kerja masyarakat akan menguji anda lebih lagi. Paramadina tentu memberikan anda hal yang terbaik, yang dapat diberikan kepada kalian semua untuk dapat siap menghadapi dunia kerja," katanya.
Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J. Rachbini menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan.
"Pertama adalah dimensi Ilahiah psikologis kita harus terang seperti kaca yang bersih, yang kedua adalah fisik, jika badan kita kuat maka kita akan mampu mengerjakan pekerjaan dengan baik. Ketiga adalah ilmu yang kita dapat, dan yang keempat kita harus mencapai kesejahteraan," pesannya.
Mewakili Pengurus Yayasan Wakaf Paramadina, Pratiwi Astar mengapresiasi keberhasilan para wisudawan dan berharap mereka dapat mengedepankan akhlak yang baik serta menerapkan ilmu dan hikmah yang didapat dengan akhlak terpuji. (red)
















