Bencana Hidrometeorologi, Pohon Besar Tumbang dan Hambat Aliran Kanal di Padang

Bencana Hidrometeorologi, Pohon Besar Tumbang dan Hambat Aliran Kanal di Padang

Pohon berukuran besar tumbang di aliran kanal kawasan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang pada Jumat (21/11/2025) siang. (Dok. Pusdalops PB)

Sumbardaily.com, Padang - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Jumat (21/11/2025) kembali memunculkan persoalan banjir dan kerawanan lingkungan.

Kali ini, satu pohon trambesi berukuran besar tumbang dan menghambat aliran banjir kanal di kawasan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di belakang Bank Nagari Siteba, tepatnya di Jalan Banjir Kanal RT 01 RW 22.

Pohon yang tumbang memiliki panjang sekitar 15 meter dengan diameter mencapai 65 sentimeter. Batang besar itu menutup aliran kanal yang menjadi jalur utama pembuangan air di wilayah tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fisik pada rumah warga, kondisi itu menimbulkan kekhawatiran akan potensi luapan air apabila hujan kembali turun.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Al Banna mengatakan, cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kejadian ini.

“Angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat menyebabkan pohon tumbang dan menutup akses aliran kanal,” katanya.

Di sekitar lokasi kejadian, terdapat dua rumah warga yang berada cukup dekat dengan titik tumbangnya pohon.

"Pemilik rumah, Amiruddin (76) dan Hendri (52), keduanya bekerja sebagai buruh harian lepas, mengaku sempat panik saat mendengar suara pohon roboh. Meski tidak ada kerusakan pada bangunan, situasi tersebut sempat membuat warga sekitar khawatir," kata Al Banna.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Kota Padang langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari Pusat Kendali Operasi (Pusdalops).

Proses pemotongan dan evakuasi batang pohon dilakukan bersama unsur pendukung seperti Babinsa, Dubalang setempat dan relawan. Upaya penanganan berjalan relatif cepat dan kondisi kanal dinyatakan kembali normal setelah evakuasi selesai dilakukan.

Kejadian seperti ini berpotensi berulang mengingat intensitas hujan dan angin di Kota Padang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. BPBD mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang atau kondisi darurat lainnya.

“Jika ada situasi yang berpotensi membahayakan, warga dapat menghubungi call center BPBD Kota Padang di nomor (0751) 778775 atau melalui WhatsApp di 0858-9152-2181,” katanya.

BPBD Kota Padang menyatakan terus memantau titik-titik rawan pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor, terutama saat cuaca ekstrem terjadi. Pemeriksaan rutin dan koordinasi dengan pihak kelurahan serta relawan terus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa.

"Mitigasi bencana berbasis lingkungan perlu diperkuat, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki banyak pepohonan berusia tua. Tanpa upaya antisipasi, kejadian kecil dapat berkembang menjadi masalah besar, terutama ketika peran kanal atau saluran air terganggu," tuturnya. (adl)

Baca Juga

653 Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kembali Belajar
653 Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kembali Belajar
12 personel BPBD Kota Padang dikerahkan untuk membantu penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok.
BPBD Padang Kirim 12 Personel Bantu Tangani Banjir Bandang di Solok
Petugas BPBD Kota Padang menangani pohon pinus tumbang yang menimpa mobil di Jalan Batang Anai, Padang Barat.
Hujan dan Angin Kencang di Padang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Warga
BPBD Padang membagikan masker kepada pengendara di tengah kondisi udara yang membutuhkan kewaspadaan.
Lima Ribu Masker Dibagikan di Padang, Pengendara jadi Sasaran di Tengah Kabut Asap
Pertamina Patra Niaga Sumbagut menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat Kota Padang untuk menghadapi kabut asap.
Kabut Asap Kiriman Kepung Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bagikan 2.850 Masker
Bencana Bisa Putus Interaksi Wilayah di Sumbar, Riset UBH Temukan Titik Risikonya
Bencana Bisa Putus Interaksi Wilayah di Sumbar, Riset UBH Temukan Titik Risikonya