Sumbardaily.com – Kasus begal ibu-ibu di Pasaman akhirnya terungkap. Polisi mengungkap fakta mengejutkan bahwa pelaku bukan hanya perampok biasa, tetapi juga melibatkan driver ojek yang sebelumnya disewa oleh korban sendiri.
Peristiwa pencurian dengan kekerasan ini terjadi di Jorong Tigo Koto, Nagari Silayang, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman. Korban bernama Cupiang (50) menjadi sasaran aksi kejahatan yang telah direncanakan secara matang oleh dua pelaku.
Dari hasil penyelidikan, aparat Polres Pasaman menetapkan dua tersangka, yakni Chandra Kuana (38) dan Ihsan Adrian (40). Ihsan diketahui merupakan driver ojek yang digunakan korban saat pulang dari pasar.
Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Fion Joni Hayes mengungkapkan bahwa aksi tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan telah dirancang sebelumnya oleh kedua pelaku.
"Korban pulang dari pasar dengan menggunakan ojek yang disewanya. Korban tidak mengetahui bahwa driver ojek bernama Ihsan ini sudah berniat jahat," ujar Fion, Senin (6/4/2026).
Dalam perjalanan, sepeda motor yang ditumpangi korban tiba-tiba dihadang oleh pelaku lain yang berperan sebagai eksekutor. Aksi perampasan pun terjadi saat pelaku menarik tas milik korban yang berisi barang berharga.
Akibat tarikan tersebut, korban terjatuh ke jalan. Setelah berhasil menguasai barang-barang korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah kebun sawit di sekitar lokasi kejadian.
"Tubuh korban terjatuh ke jalan, setelah mengambil barang-barang milik korban tersebut, pelaku eksekutor melarikan diri ke arah kebun sawit," jelasnya.
Dalam kejadian ini, korban kehilangan dua gelang emas dan satu cincin dengan total berat 42 gram, serta handphone dan uang tunai. Total kerugian ditaksir mencapai Rp125 juta.
Usai kejadian, polisi langsung melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa keterangan dari driver ojek yang saat itu sempat berpura-pura menjadi korban.
Namun, hasil interogasi mengungkap fakta lain. Ihsan akhirnya mengakui keterlibatannya dalam aksi tersebut dan mengungkap identitas rekannya yang bertindak sebagai eksekutor.
Berdasarkan pengakuan itu, polisi bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap Chandra Kuana. Pelaku berhasil diamankan di kediamannya tanpa perlawanan.
"Kami melakukan penyelidikan terhadap keberadaan atas pelaku Chandra dan berhasil ditangkap di kediamannya," ungkap Fion.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa emas milik korban yang disimpan di dalam saku jaket sebelah kanan pelaku. Selain itu, sepeda motor yang digunakan saat beraksi juga turut diamankan.
Fion menegaskan bahwa kedua pelaku telah mengakui perbuatannya, termasuk tindakan mengambil secara paksa barang milik korban.
"Pelaku telah mengakui bahwa dia telah yang telah mengambil secara paksa barang milik korban. Saat ini kedua pelaku telah kami amankan di polres," pungkasnya.
Kasus begal ibu-ibu di Pasaman ini menjadi perhatian karena melibatkan orang yang dipercaya korban. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat menggunakan jasa transportasi di wilayah rawan. (*)
















