Sumbardaily.com - Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan kondisi terparah, termasuk Kalimantan Tengah (Kalteng). Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi asap karhutla yang dinilai semakin parah dan mengancam kesehatan serta keselamatan masyarakat.
Irma meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengambil langkah untuk memperkuat penanganan kesehatan di wilayah terdampak. Selain penetapan status KLB, ia juga mendorong penambahan tenaga kesehatan dan persediaan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terpapar asap.
"Hari ini saya minta Kemenkes untuk menetapkan wilayah Kalteng sebagai wilayah KLB Karhutla. Saya juga sudah meminta Kemenkes menambah SDM kesehatan dan obat-obatan di wilayah terdampak Karhutla yang kondisinya sangat parah," kata Irma dalam keterangan pers yang dikutip dari DPR RI, Jumat (16/10/2026).
Politikus yang bertugas di Komisi IX DPR RI tersebut menilai penanganan dampak karhutla perlu dilakukan secara terarah, terutama di daerah yang masyarakatnya terus terpapar asap. Pemerintah diminta memetakan wilayah terdampak agar warga yang membutuhkan pertolongan bisa segera mendapatkan layanan kesehatan.
" tentunya dengan menyediakan pertolongan sejak awal, dan menjaga kesinambungan perawatan bagi mereka yang kondisinya memburuk," ujar Irma.
Menurut Irma, pemetaan wilayah terdampak harus diikuti dengan kesiapan fasilitas dan pelayanan kesehatan. Ia mendorong Kemenkes bekerja sama dengan dinas kesehatan di daerah terdampak untuk menghubungkan informasi mengenai kualitas udara dengan kesiapan layanan medis.
Dengan langkah tersebut, wilayah yang mengalami paparan asap tinggi dapat memperoleh dukungan sesuai kebutuhan penduduk. Dukungan itu mencakup penambahan tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan dan perlengkapan medis, serta penguatan kemampuan rujukan bagi pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Irma menegaskan, informasi mengenai kualitas udara perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kesiapan pelayanan kesehatan. Kondisi di lapangan dapat berubah, terlebih ketika paparan asap karhutla berlangsung dalam waktu lama.
"Warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan asap Karhutla yang berlangsung berkepanjangan," tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penyampaian informasi yang mudah dipahami masyarakat. Warga perlu mengetahui cara melindungi diri dari paparan asap sekaligus memahami tempat yang bisa didatangi ketika mengalami gangguan kesehatan.
Selain memperkuat layanan kesehatan secara umum, Irma meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak asap karhutla. Kelompok tersebut meliputi bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta warga yang memiliki penyakit pernapasan atau kondisi kesehatan lain yang membuat mereka lebih rentan.
Perhatian khusus diperlukan agar kelompok tersebut dapat memperoleh perlindungan dan pertolongan sesuai kondisi kesehatannya. Kesiapan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, dan kesinambungan perawatan dinilai penting untuk menghadapi dampak paparan asap yang berkepanjangan.
Desakan itu juga muncul di tengah keluhan masyarakat di sejumlah daerah terdampak. Warga telah menyuarakan keresahan mereka atas kondisi asap karhutla yang semakin parah. Bahkan, sejumlah masyarakat memperlihatkan kondisi anak-anak mereka yang mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan tambahan.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga keselamatan warga yang harus menjalani aktivitas di tengah paparan asap.
Irma pun mendorong pemerintah memastikan pelayanan kesehatan mampu merespons kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Penanganan sejak awal, pemenuhan kebutuhan medis, serta kesiapan menghadapi perubahan kondisi di lapangan menjadi bagian penting dalam melindungi warga dari dampak karhutla.
Dengan penetapan status KLB di wilayah yang mengalami kondisi terparah, Irma berharap penanganan kesehatan dapat diperkuat sesuai tingkat kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam memberikan pertolongan kepada warga, terutama mereka yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. (*)
















