Sumbardaily.com - Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Pariaman Tahun 2026 menjadi kesempatan perdana bagi mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arcandra Tahar, untuk memenuhi undangan Pemerintah Kota Pariaman.
Setelah beberapa kali tidak dapat menghadiri perayaan HUT Kota Pariaman pada masa kepemimpinan sebelumnya, Arcandra akhirnya hadir atas undangan Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi, Kamis (2/7/2026).
Sebagai tokoh masyarakat yang berasal dari Desa Naras I, Kecamatan Pariaman Utara, Arcandra mengaku bahagia dapat mengikuti peringatan hari jadi Kota Pariaman untuk pertama kalinya. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap capaian yang diraih pasangan Yota Balad-Mulyadi selama lebih kurang dua tahun memimpin Kota Pariaman.
Dalam sambutannya, Arcandra memaparkan empat karakteristik yang menurutnya menjadi penentu sebuah daerah dapat berkembang menjadi daerah maju. Empat aspek tersebut meliputi kebersihan, ketertiban dan disiplin, keindahan, serta kesungguhan dalam menjalankan pembangunan.
"Daerah yang maju dan akan mau maju biasanya mempunyai ciri yang sama yaitu pertama daerah tersebut harus bersih dari sampah, dan sampah tersebut harus bisa dikelola dengan baik sehingga betul-betul bisa menjadi kota maju yang bersih, seperti negara Jepang dan negara-negara Eropa," ungkap Arcandra Tahar.
Ia menjelaskan, kebersihan menjadi fondasi penting bagi kemajuan sebuah kota. Pengelolaan sampah yang baik dinilai bukan hanya menciptakan lingkungan sehat, tetapi juga membangun citra daerah yang nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Selain kebersihan, Arcandra menilai masyarakat di daerah yang maju memiliki budaya tertib dan disiplin yang kuat. Menurutnya, karakter tersebut menjadi salah satu pembeda utama antara daerah yang berkembang dengan daerah yang telah berhasil mencapai kemajuan.
Sebagai contoh, ia menyinggung Singapura yang dikenal memiliki tingkat kedisiplinan masyarakat yang tinggi sehingga mampu mendukung pembangunan secara berkelanjutan.
Karakter berikutnya adalah keindahan kota. Menurut Arcandra, keindahan tidak selalu bergantung pada kondisi alam yang dimiliki suatu daerah, tetapi lebih kepada kemampuan pemerintah dalam menata kawasan perkotaan agar terlihat rapi, nyaman, dan menarik.
"Untuk ciri-ciri daerah maju dan akan maju yang ke empat atau yang terakhir adalah sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh di sini berarti pemerintah daerah mesti serius dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu hal atau pembangunan demi kesejahteraan rakyatnya," jelasnya.
Arcandra menambahkan, keempat indikator tersebut bukan sekadar teori, melainkan telah menjadi pemahaman umum di kalangan kepala negara, kepala daerah, hingga berbagai institusi yang berorientasi pada kemajuan ekonomi global. Menurutnya, pemerintah daerah yang memiliki komitmen kuat dapat menerapkan empat prinsip tersebut untuk mendorong pembangunan yang lebih berkualitas.
Pandangan tersebut mendapat respons positif dari Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Ia menyatakan sependapat dengan seluruh poin yang disampaikan Arcandra Tahar mengenai syarat utama sebuah daerah agar mampu berkembang.
"Apa yang disampaikan oleh Bapak Arcandra Tahar tersebut memang sangat tepat dan ideal sekali sebagai syarat majunya sebuah daerah. Ke empat ciri-ciri tersebut memang pantas menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemajuan sebuah daerah yang berkualitas bagi masyarakatnya," ujar Yota Balad.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pariaman selama ini telah menempatkan persoalan kebersihan sebagai salah satu prioritas utama. Upaya tersebut akan terus diperkuat agar wajah Kota Pariaman semakin tertata dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun tamu yang datang.
"Untuk Kota Pariaman sendiri kebersihan itu sudah menjadi tugas utama kami dalam menjaganya dan kami akan tingkatkan lagi ke depannya agar Kota Pariaman ini semakin indah dan sedap dipandang mata orang yang melihatnya," tegas Yota Balad.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kota Pariaman pada tahun ini menambah sarana pengelolaan sampah. Pemko telah menyediakan tiga unit truk ambrol untuk mengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, tersedia pula dua unit mobil pick up yang berfungsi sebagai armada bergerak untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait persoalan sampah.
Armada tersebut akan mendatangi lokasi pengaduan, mengangkut sampah, sekaligus melakukan proses pencacahan menggunakan mesin pencacah yang telah terpasang di dalam kendaraan.
"Mudah-mudahan semua sampah-sampah yang ada di Kota Pariaman ini baik sampah organik maupun sampah plastik akan kita jadikan pupuk tanaman untuk sampah organik dan sampah plastik akan kita jadikan RDF dan kita jual kepada PT. Semen Padang sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah kita lakukan sebelumnya," pungkas Yota Balad.
Melalui penyediaan sarana tersebut, Pemerintah Kota Pariaman berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk dan sampah plastik menjadi RDF sesuai kerja sama yang telah disepakati. (*)
















