Alsintan Modern Masuk Pesisir Selatan, Biaya Panen Bisa Hemat hingga Rp2 Juta

Alsintan Modern Masuk Pesisir Selatan, Biaya Panen Bisa Hemat hingga Rp2 Juta

Bantuan alsintan petani diserahkan di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/5/2026).

Sumbardaily.com - Petani di Kabupaten Pesisir Selatan kini mulai merasakan manfaat penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern berupa combine harvester yang mampu mempercepat proses panen sekaligus menekan biaya produksi.

Teknologi ini diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Bantuan alsintan tersebut diserahkan di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/5/2026). Penyerahan dilakukan oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni sebagai bagian dari program dukungan sektor pertanian yang bersumber dari dana APBN Kementerian RI Tahun Anggaran 2026.

Dua kelompok tani yang menerima bantuan yakni Kelompok Tani Bungo Padi di Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang dan Kelompok Tani Kampai Saiyo di Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir.

Adapun bantuan yang diberikan berupa dua unit combine harvester berukuran besar dengan teknologi modern. Alat ini memiliki kapasitas panen tinggi hingga 3 ton per jam, sehingga mampu meningkatkan produktivitas petani secara signifikan.

Selain itu, combine harvester tersebut mampu menyelesaikan panen lahan seluas satu hektar hanya dalam waktu 4 hingga 6 jam. Dari segi kualitas, alat ini menghasilkan gabah dengan tingkat kebersihan yang tinggi, yakni berkisar antara 96 persen hingga 99,5 persen.

Efisiensi juga terlihat dari sisi biaya operasional. Penggunaan alat ini diklaim mampu menghemat biaya panen sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hektar dibandingkan metode konvensional.

Dalam kesempatan tersebut, Hendrajoni mengingatkan agar bantuan alsintan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh kelompok tani penerima. Modernisasi alat pertanian dinilai penting untuk mengurangi potensi kehilangan hasil panen serta mempercepat masa tanam berikutnya.

“Dengan adanya alat ini, kita ingin petani kita lebih produktif dan biaya produksi bisa ditekan seminimal mungkin, sehingga keuntungan yang dibawa pulang ke rumah oleh bapak dan ibu tani jauh lebih besar,” ujarnya dilansir resmi, Selasa (5/5/2026).

Pemanfaatan alsintan modern ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan hasil pertanian serta memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat Pesisir Selatan. (*)

Baca Juga

Traktor Roda Empat untuk Petani Solok Selatan, Ini Manfaat yang Diharapkan
Traktor Roda Empat untuk Petani Solok Selatan, Ini Manfaat yang Diharapkan
Model PERE-SPHL Dikembangkan untuk Tingkatkan Keterampilan Jurus Tunggal Pencak Silat
Model PERE-SPHL Dikembangkan untuk Tingkatkan Keterampilan Jurus Tunggal Pencak Silat
Nilai Tukar Petani Sumbar Naik Jadi 133,58, Tanaman Perkebunan dan Ternak Jadi Pendorong
Nilai Tukar Petani Sumbar Naik Jadi 133,58, Tanaman Perkebunan dan Ternak Jadi Pendorong
Setelah 46 Tahun, Museum Mande Rubiah Pesisir Selatan Akhirnya Tercatat Nasional
Setelah 46 Tahun, Museum Mande Rubiah Pesisir Selatan Akhirnya Tercatat Nasional
Produksi Padi Pessel Baru 160 Ribu Ton, Masih Kejar Target 193 Ribu Ton Tahun Ini
Produksi Padi Pessel Baru 160 Ribu Ton, Masih Kejar Target 193 Ribu Ton Tahun Ini
Hasil Panen Sawah Pokok Murah Agam Naik, Tembus 5,7 Ton per Hektare di Musim Kemarau
Hasil Panen Sawah Pokok Murah Agam Naik, Tembus 5,7 Ton per Hektare di Musim Kemarau